Angkasa Pura 2

Dirlala: Pengguna Angkutan Laut Lebaran 2019 Diproyeksikan Naik 4.80%

DermagaKamis, 25 April 2019
IMG-20190425-WA0017

IMG-20190425-WA0022

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), Capt. Wisnu Handoko mengatakan bahwa dari waktu ke waktu jumlah penumpang angkutan laut Lebaran terus mengalami pertumbuhan yang cenderung naik.

“Untuk tahun 2019 (1440 H) diperkirakan jumlah penumpang akan mencapai 1,91 juta orang atau terjadi peningkatan sebesar sekitar 4,80% dibandingkan dengan Angkutan laut Lebaran Tahun 2018,” ujar Capt. Wisnu pada Rakor Angkutan Lebaran Hubla 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Capt. Wisnu, dalam penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2019 segenap jajaran Kementerian Perhubungan harus bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada para penumpang.

“Para operator kapal serta memberikan pelayanan dengan cepat dan merespon dengan gesit segala sesuatu yang menjadi tugas Aparatur Sipil Negara Insan Perhubungan dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2019,” jelas Dirlala itu.

Capt. Wisnu juga mengingatkan kepada Para Kepala Otoritas Pelabuhan, Kepala KSOP, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) dan Badan Usaha Pelabuhan untuk memastikan agar seluruh terminal penumpang dalam kondisi bersih dan nyaman untuk menerima calon penumpang.

“Pemerintah, dan BUMN bersama dengan para operator kapal harus menjamin setiap calon penumpang yang datang ke pelabuhan memiliki tiket. Berikan sosialisasi dan pemahaman secara baik dan sabar agar calon penumpang membeli tiket secara on line dan tidak memaksakan diri datang ke pelabuhan tanpa tiket,” ujar Capt. Wisnu.

Lebih jauh Capt. Wisnu mengatakan bahwa segenap jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut harus mampu berubah lebih baik dari waktu ke waktu dalam budaya transportasi yang lebih modern pada masyarakat.

“Mulai dari membeli tiket secara online untuk menghindari calo dan antrian panjang di loket serta menjamin setiap penumpang mendapatkan tempat duduk dan mengedukasi masyarakat agar tidak naik ke kapal dengan bawaan bagasi berlebihan,” papar Capt. Wisnu lagi.

“Sudah waktunya pengelola pelayaran mulai menerapkan pembatasan barang bawaan penumpang seperti halnya di pesawat dan Kereta Api,” pesan dia.

“Lakukan perubahan pelayanan embarkasi dan debarkasi yang lebih teratur dan terpisah antara penumpang dan bagasi sehingga lebih mudah dalam melakukan pengaturan penempatan penumpang dan barang bagasi. Meski ini tidak mudah namun harus dimulai sedikit demi sedikit karena membutuhkan sinergi antara Operator kapal, badan Usaha Pelabuhan dan Syahbandar,” tandas Capt. Wisnu.(helmi)

Photo: Silo, Humas Hubla

loading...