Angkasa Pura 2

Kemenhub Gelar Uji Petik Terpadu Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Muara Angke

DermagaJumat, 26 April 2019
IMG-20190426-WA0005

IMG-20190426-WA0006
JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menggelar kegiatan Uji Petik kelaiklautan kapal Terpadu yang dilaksanakan di Pelabuhan Kaliadem (Muara Angke) Jakarta Utara pada hari ini (26/4) menjelang dimulainya masa Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 (1440 H).

Pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang ini sebagai bentuk sinergi tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yaitu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu, KSOP Kelas IV Muara Angke dan Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP).

Kegiatan uji petik dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yang dimulai hari Jumat (26/4) dan dilanjutkan hari Senin (29/4) dan Selasa (30/4). Adapun uji petik dipimpin langsung oleh para Kepala Kantor dari ketiga UPT Ditjen Perhubungan Laut tersebut.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, Capt. Herbert E. Marpaung, mengatakan bahwa kegiatan uji petik ini dilaksanakan khususnya menjelang angkutan laut lebaran tahun 2019.

“Diharapkan para nakhoda kapal tidak khawatir tentang uji petik ini. Karena kegiatan ini merupakan pembinaan agar ke depannya semua kapal tradisional bisa lebih baik lagi pelayanannya dan peralatannya,” ungkap Capt. Herbert.

Menurutnya, program uji petik ini sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Maka dari itu kegiatan ini sangat berguna untuk terciptanya keselamatan pengguna jasa transportasi laut khususnya pemudik lebaran nanti.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Muara Angke Capt. Handry Sulfian menyebutkan bahwa kegiatan uji petik di Pelabuhan Muara Angke difokuskan pada pemeriksaan beberapa kapal tradisional, kapal Dinas Perhubungan, kapal penyeberangan ADSP dan kapal Pelni.

“Hari ini sejumlah kapal yang diperiksa meliputi 36 unit kapal tradisional, 6 (enam) unit kapal Dishub, 1 (satu) unit kapal ASDP serta 1 (satu) unit kapal Pelni. Kami senang pemeriksaan kapal berlangsung lancar dan para nakhoda serta awak kapal juga kooperatif membantu pelaksanaan uji petik ini,” jelas Handry.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Binari beserta tim BTKP hadir untuk memastikan fungsi dari alat keselamatan pelayaran di atas kapal berfungsi dengan baik.

“Kami memastikan standar kebutuhan jumlah alat-alat keselamatan pelayaran sesuai dengan kapasitas penumpang di atas kapal,” ujar Binari.

Binari menambahkan, ke depan BTKP akan memberikan label pada setiap alat keselamatan yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengujian standarisasi alat keselamatan pelayaran di atas kapal.

BTKP Uji Petik Kapal Negara
Pelaksanaan uji petik tak hanya dilakukan terhadap kapal penumpang, tetapi juga terhadap kapal Negara kenavigasian dan kapal patroli KPLP. Pemeriksaan terhadap kapal Negara tersebut dilakukan oleh BTKP yang pada tahun 2019 ini mencoba membuat terobosan baru melakukan uji petik pada kapal Negara yang digunakan untuk kegiatan operasional di lingkungan UPT Ditjen Perhubungan Laut.

“Kegiatan ini nantinya akan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, dengan fokus pertama yakni pada Kapal Negara milik Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok,” jelas Kepala BTKP Binari.

Tujuannya ialah untuk memastikan fungsi alat keselamatan kapal dan standar jumlah alat keselamatan di atas kapal Negara.

“Kegiatan uji petik yang dilakukan tanggal 23 s.d. 25 April 2019 ini tidak bermaksud untuk mencari kelemahan di lapangan melainkan memberikan saran dan solusi yang baik untuk kedua belah pihak serta sebagai wujud kerjasama dan koordinasi institusi di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut,” kata Binari.

Ia menjelaskan, Tim Uji Petik BTKP telah melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap alat-alat keselamatan yang terdapat pada 5 (lima) unit kapal Negara milik Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok serta 4 (empat) unit kapal Negara milik Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Adapun alat keselamatan pelayaran yang dilakukan uji petik antara lain Inflatable Life Raft, peralatan pemadam kebakaran (PMK), life jacket, life boat, life buoy, dan Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS), dengan melakukan pemeriksaan dokumen dan uji fungsi.

Selanjutnya dari hasil pelaksanaan uji petik terhadap alat keselamatan pelayaran yang terdapat pada kapal Negara ditemukan beberapa kekurangan minor yang segera diperbaiki.

“Tim Uji Petik BTKP merekomendasikan kepada awak kapal untuk menjaga dan merawat alat keselamatan pelayaran secara berkala agar alat keselamatan pelayaran yang ada dapat berfungsi dengan baik setiap saat,” tutup Binari.(aliy)

loading...