Angkasa Pura 2

Memberdayakan Angkutan Umum dan Membangun Layanan Angkutan Umum Ramah Anak

KoridorJumat, 26 April 2019
FB_IMG_1556108023265

IMG_20190426_162116

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Setelah 5 hati menjadi Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), bertambah banyak mendapatkan pengalaman dan masukan dari pemerintah daerah di Indonesia. Penghargaan WTN diberikan oleh pemerintah nasional dalam hal ini Kementrian Perhubungan kepada pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan layanan publik di bidang transportasi.

“Ada 152 kota di Indonesia yang menjadi peserta dan memaparkan kinerja mereka di acara Penghargaan WTN ini,” salahbsatu Dewan Yuri WTN Azas Tigor Nainggolan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya banyak terobosan atau inovasi menarik yang mereka lakukan di tengah keterbatasan SDM serta sumber dana daerah dan menurunnya kemampuan operator angkutan umum di daerah-daerah. “Keterbatasan dan tantangan menurunnya kemampuan angkutan umum membuat dinas perhubungan di daerah menjadi kreatif membangun layanan transportasi publik,” jelas Tigor lagi.

Salah satu inovasinya, menurut dia, adalah dinas perhubungan (Dishub) membeli layanan atau service angkutan umum yang ada untuk membangun layanan bus sekolah gratis. Ibarat pepatah mengatakan”sekali dayung dua, tiga pulau dilalui”.

Membeli Layanan

Saya berfikir, papar Tigor, inovasi ini membangun layanan bagi angkutan sekolah gratis dengan membeli layanan atau service untuk memberdayakan angkutan umum yang sedang melemah.

Menarik dari banyak paparan peserta WTN dari Jawa Timur menampilkan layanan parkir. Kota-kotanya sudah membangun pengelolaan parkir berlangganan. “Model langganannya adalah membayar parkir setahun saat pembayaran pajak kendaraan bermotor,” sebut Tigor.

Pengelolaan parkir langganan tahunan ini, menurut Direktur Fakta ini, membantu memperkecil kebocoran pendapatan restribusi parkir yang sering terjadi.

“Begitu pula layanan angkutan umumnya juga sudah ramah dan sadar bahwa angkutan umum adalah Kawasan Tanpa Rokok (bebas dari asap rokok) dan pengemudinya tidak boleh merokok saat mengemudi,” terang Tigor.

“Kesadaran itu mereka tunjukan dengan adanya stiker-stiker mengingatkan bahwa tidak boleh merokok di dalam angkutan umum,” tegas putra Batak itu.(helmi)

loading...