Angkasa Pura 2

Cocok Untuk Investasi, Ekonomi DKI Jakarta Sumbang 17.2% PDB Nasional di 2018

JIC 1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan Jakarta Investment Centre (JIC) sebagai pusat informasi dan promosi bidang penanaman modal guna menarik minat para investor untuk memulai usaha di Ibukota Jakarta.

Selain dikelola oleh perangkat daerah Pemprov. DKI Jakarta, pengembangan JIC juga didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta. Transportasi dan integrasi angkutan umum barang dan penumpang di Jakarta juga makin baik dan menyakinkan. Ada bus Trasnjakarta, KRL, MRT Jakarta dan sebentar lagi akan beroperasi LRT Jakarta.

“JIC hadir untuk menyinergikan pembangunan perekonomian di antara para pemangku kepentingan dan pelaku usaha guna meningkatkan pelayanan kepada para investor dan kemudahan berusaha serta peningkatan realisasi investasi di DKI Jakarta” kata ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra di Mal Pelayanan Publik di Jakarta, kemarin.

Tertarik Memulai Usaha di Jakarta, lanjut dia, Investor Singapura memanfaatkan Jakarta Investment Centre (JIC) yang kini sudah siap melayani masyarakat khususnya calon investor lokal dan international di Jakarta.

“Perekonomian DKI Jakarta terus berkinerja baik dengan pertumbuhan perekonomian di atas 6%, yang mengindikasikan tetap terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi ibukota,” jelas Benni.

Ekonomi Tumbuh Pesat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia pada tahun 2018 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp14.837,4 triliun dengan pertumbuhan ekonomi nasional tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, menurut Benni, pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp2.559,17 triliun.

“Provinsi DKI Jakarta berkontribusi sebesar 17,2 % terhadap PDB nasional dan menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar dibanding provinsi lain di Indonesia,” terang Benni.

Selain itu realisasi investasi DKI Jakarta juga cenderung menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada tahun 2018, realisasi investasi di DKI Jakarta menembus angka Rp114,2 triliun meningkat sebesar 5,1% dibandingkan realisasi investasi tahun sebelumnya sebesar Rp108,6 triliun.

Pencapaian tersebut, menurut Benni, semakin menguatkan optimisme Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kota ini sebagai pusat investasi di kawasan Asia.

“kondisi perekonomian DKI Jakarta yang terus berkinerja baik berbanding lurus dengan menggeliatnya investasi, untuk itu sebagai garda terdepan dalam mengawal proses investasi di Ibukota, kami senantiasa menghadirkan inovasi layanan yang memudahkan investor” Benni mantap.(helmi)