Angkasa Pura 2

Dirjen Budi Saksikan Pemeriksaan Eskpor Perdana ke Malaysia Pascaperesmian Terminal Barang International Entikong

Ekonomi & Bisnis KoridorMonday, 29 April 2019

IMG-20190429-WA0046

ENTIKONG (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyaksikan dan ikut melakukan peninjauan proses pemeriksaan kendaraan serta barang ekspor perdana komoditas perikanan dari Kalimantan Barat (Kalbar) menuju Kuching, Malaysia.

Peninjauan dilakukan didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, dan pejabat terkait usai peresmian Terminal Barang International Entikong, Senin (29/4/2019) siang.

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Direktur Prasarana Jalan M. Risal Wasal, Seluruh Kepala BPTD di Indonesia, perwakilan Ditjen Imigrasi dan Ditjen Bia Cukai. Selain itu pejabat lokal Kalbar, termasuk perwakilan Gubeur Kalbar H, Wanto, dan Wakil Bupati Sanggau Johanes Ontot dan lainnya.

Kepada Dirjen Hubdat, pejabat Bea Cukai Entikong itu menjelaskan, truk yang membawa komoditas ekspor akan diperiksa fisik, dan identiftas kendaraan di pintu masuk. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan fisik oleh petugas dari Karantina Perikanan setelah truk masuk di lapangan penumpukan.

Tahap berikutnya, awak kendaraan sebagai wakil pemilik barang mengurus dan menyelesaikan administrasi kepabenanan. Semua cukup dilayani di fasilitas Custom/ Bea Cukai, Imigrasi dan Qarantina (sesuai barang yang dibawa) di Terminal Barang International Entikong.

Selesai 45 Menit

Masih menurut lapaoran pejabat Bea Cukai itu, jika semua dokumen barang lengkap dan tak ada masalah, maka sekitar 45 menit sampai 1 jam semua sudah beres. Mulai truk masuk, periksa barang sampai dokumen selesai dan bisa melanjutkan perjalanan ke negara tujuan, melalui PLBN Entikong, Kalbar.

Dirjen Hubdat Budi Setiyadi menegaskan, keberadaan Terminal Barang International Entikong, Kalbar ini harus memberikan pelayanan yang lebih baik, aman, efektif dan efieisn.

“Seluruh SDM khususnya operator termina dan BPTD harus satu kata, melayani dengan baik dan benar serta akurat. Dengan begitu, keamanan dan keselamatan bangsa dan negara terjamin, dan pelaku usaha khususnya pemilik kendaraan akan puas,” pesan Dirjen Budi.

Data yang dihimpun BeritaTrans.com menyebutkan, volume kendaraan yang mengangkut komoditas ekspor melalui PLBN Entikong baru puluhan kendaraan sehari. Tapi trend ke depan akan terus meningkat, sejalan dengan pelayanan yang makin baik ini. Sementara, untuk impor belum ada yang diizinkan amsuk melalui Entikong.

Adapun beberapa jenis komoditas ekspor melalui Entikong meliputi hasil perikanan, perkebunan seperti kakao, lada, dan aneka kebutuhan rumah tagga lainnya. Ada pula barangg-berang seperti garmen dan produk industri asal Pontianak yang dibawa masuk ke Kuching, Sarawak.(helmi)

photo: endrew, humas hubdat