Angkasa Pura 2

Kena Senggol Kapal Pekan Riau, Turap Sungai Segah Ambrol

DermagaSenin, 29 April 2019
images (73)

sungai-segah-bantaran-hancur-lebur-ditabrak-kapal
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Andi Marewangeng saat meninjau turap Sungai Segah setelah ditabrak kapal pengangkut peti kemas awal pekan lalu. Foto: Tribunkaltim.co/Geafry Necolsen

TANJUNG REDEB (BeritaTrans.com) – Insiden yang melibatkan Kapal Pekan Riau beberapa hari lalu tampaknya bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tak berani menjamin, turap Sungai Segah yang ditabrak kapal bermuatan kurang lebih 200 kontainer itu, masih dalam keadaan stabil.

Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Sepuluh Nopember Suabaya (ITS), beberapa tahun lalu, sepanjang Jalan Ahmad Yani ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor.

Ini dapat dilihat secara fisik, ruas jalan di kawasan ini terdapat retakan sepanjang hampir satu kilometer.

Penyebab alami maupun benturan keras seperti yang terjadi saat Kepal Pekan Riau ini, dikhawatirkan akan berdampak jangka panjang.

Karena itu, Bupati Berau, Muharram, menginstruksikan DPUPR segera membuat laporan terkait kondisi turap pasca insiden tersebut.

“Dihitung bagaimana teknik perbaikannya, berapa biaya yang diperlukan agar masyarakat juga tidak was-was saat bersantai di Tepian Segah,” ujar Muharram kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (28/4/2019).

“Saya minta secepatnya dilakukan pemeriksaan supaya tidak menimbulkan korban,” tegas Muharram.

Seperti diberitakan Tribunkaltim.co sebelumnya, turap beton tepain Sungai Segah ditabrak Kapal Pekan Riau pada hari Senin (22/4/2019) lalu.

Kapal sepanjang 80 meter dan lebar 22 meter dengan nomor lambung IMO 9645750 itu menabrak turap pada lambung bagian kiri saat akan melakukan bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Redeb.

Hingga Minggu (28/4/2019) DPUPR mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi turap.

Kepala DPUPR, Andi Marewangeng saat dihubungi Tribunkaltim.co belum berani menjamin.

Turap Sungai Segah yang ada di Jalan Ahmad Yani masih aman dijadikan pusat keramaian masyarakat.

“Sementara ini kami masih melakukan pemantauan, apakah ada pergerakan turap atau tanah akibat benturan,” ujarnya.

“Kami belum bisa memastikan apakah kondisinya aman atau tidak,” kata Andi Marewangeng.

Selain pemeriksaan kondisi fisik, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui teknis perbaikan dan biaya yang diperlukan.

Pemeriksaan fisik turap ini dilakukan setelah Pelaksana Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) melakukan koordinasi bersama DPUPR, Dinas Perhubungan dan perwakilan perusahaan yang bertanggungjawab terhadap operasional Kapal Pekan Riau.

sungai-segah_20180604_164316 (1)
Aktivitas nelayan di pinggiran Sungai Segah, Kabupaten Berau.
Aktivitas nelayan di pinggiran Sungai Segah, Kabupaten Berau. (TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN)

Pantauan Tribunkaltim.co, aktivitas di Tepian Sungai Segah di Jalan Ahmad Yani ini tetap berjalan normal.

Para pedagang dan juga masyarakat mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi turap pasca ditabrak kapal.

“Sudah berapa hari, aman-aman aja. Tidak ada kejadian apa-apa. Cuma turap itu (bagian yang hancur) tidak ada yang duduk-duduk di situ lagi,” kata Komaruddin, warga Tanjung Redeb yang meluangkan akhir pekan di tepi Sungai Segah.

(jasmine/sumber: tribunnews.com).