Angkasa Pura 2

Kita Perlu Waspada Pada Dampak Negatif di Jalan Tol

KoridorRabu, 1 Mei 2019
IMG-20190501-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kita harus tetap waspada dengan munculnya beberapa permasalahan dan dampak negatif seperti kecelakaan, kemacetan, Over Dimensi dan Over Loading (ODOL), banjir, kerusakan jalan, dan kurangnya optimalisasi petugas di jalan tol di Indonesia.

Demikian disampaikan Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam Rapat Koordinasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Asosiasi Jalan Tol Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Terkait optimalisasi petugas, Dirjen Budi berharap dapat dilakukan beberapa kegiatan seperti peningkatan penegakan hukum akibat pelanggaran peraturan lalu lintas, penyediaan petugas medis di rest area, penyediaan montir di rest area untuk kerusakan kendaraan ringan, maupun dengan penambahan petugas derek resmi di jalan tol.

“Treatment jalan tol ada beberapa tahap yaitu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi. Sosialisasi misalnya mengenai rencana pengoperasian jalan tol baik fungsional maupun operasional, lokasi tempat istirahat, maupun lokasi gerbang entrance dan exit,” jelas Dirjen Budi.

“Sementara edukasi misalnya dengan memberikan iklan layanan masyarakat mengenai bahayanya bila melanggar peraturan lalu lintas, gangguan akibat kendaraan berkecepatan tinggi dan rendah, dan penggunaan lajur di jalan tol untuk kendaraan berkecepatan rendah, sedang dan untuk menyalip,” demikian dijabarkan Dirjen Budi mengenai penanganan permasalahan yang timbul di jalan tol.

Tingkatkan Keselamatan

Sementara itu, menurut Dirjen Budi guna meningkatkan keselamatan di jalan tol, perlu penambahan perlengkapan dan rambu-rambu di jalan.

Mereka itu berupa:
1. Rambu batas kecepatan yang dipasang secara berulang;
2. Rambu peringatan dengan menggunakan papan tambahan bertuliskan “Kurangi Kecepatan”
3. Spanduk dengan kalimat  “Jalan Ini Diawasi Oleh Kamera CCTV”
4. Spanduk dengan kalimat “Pengemudi Yang Melebihi Batas Kecepatan Akan Dikenai Tilang/Denda.”

“Saya sadar ada banyak isu lain yang dihadapi mengenai jalan tol antara lain banyaknya masyarakat yang kurang patuh terhadap peraturan lalu lintas dan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sulit dicegah,” papar Dirjen Budi.

“Namun saya yakin kalau kita bersama-sama mengubah pola berlikir dan bertindak kita ke arah yang lebih berkeselamatan, tentu kita dapat mengatasinya,” tutup Dirjen Budi dalam penjelasannya.(helmi)