Angkasa Pura 2

Mantap, Pengiriman Perdana Muatan Balik Tol Laut dari Talaud Angkut 15 Ton Ikan

DermagaRabu, 1 Mei 2019
IMG-20190501-WA0010

IMG-20190501-WA0008

TALAUD (BeritaTrans.com) – Mantap, pengiriman perdana muatan balik tol laut dari Talaud angkut 15 ton ikan atau satu kontainer yang akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur.

Pengirimannya menggunakan reefer container untuk menjaga kesegaran ikan-ikan hasil laut di Talaud tersebut.

Secara simbolis pelepasan pengiriman dilaksanakan Sekretaris Daerah Kabupaten Talaud yang mewakili Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Pengiriman ikan dengan reefeer container dengan jenis muatan berupa ikan Layang, Cakalang, dan Tuna,” jelas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Menurut Capt. Wisnu bahwa Reefer Container pada pengiriman perdana lewat armada tol laut ini dilakukan melalui konektivitas antarmoda laut dari Tahuna ke Bitung menggunakan Kapal Feeder KM. Kendhaga Nusantara 1 yang selanjutnya dilanjutkan dari Bitung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan KM Logistik Nusantara 2.

Kedua kapal tersebut dioperasikan PT Pelni melalui mekanisme Penugasan BUMN pada trayek H1 dan T5.

Menurutnya, pengiriman perdana tersebut sebagai tindaklanjut kerja sama yang dilakukan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan dalam memanfaatkan program Tol Laut Angkutan Barang mengingat salah satu target program Tol Laut 2019 adalah meningkatkan muatan balik.

“Saat ini kapal Tol Laut Angkutan Barang yang masuk ke wilayah Kepulauan Talaud adalah KM Logistik Nusantara II yang dioperasikan PT Pelni. Selain itu pada koridor Halmahera Utara didukung dengan satu unit kapal kontainer feeder Kendhaga Nusantara,” ujar Capt. Wisnu.

Pihaknya akan terus mendukung Pemerintah Daerah dengan menyediakan Reefer container yang cukup baik dari pihak swasta maupun mengoptimalisasi yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut.

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan optimasi 156 kapal tol laut di 19 rute sepanjang tahun 2019.

Menurut data yang ada, ongkos kirim barang sejak di suatu daerah dilayari kapal tol laut telah mengalami penurunan biaya. Tol laut juga dinyatakannya sudah berhasil menekan disparitas harga barang antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat. (omy)

loading...