Angkasa Pura 2

Tarif Baru Ojol Berlaku, Tigor: Para Aplikator Tidak Bisa Perang Tarif

KoridorRabu, 1 Mei 2019
Azas Tigor3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Melalui regulasi PM No.12/2019 tentang keselamatan dan pengawasan tarif angkutan ojek online, Pemerintah dapat turun tangan dan melindungi kepentingan pengemudi dan penumpang. Besaran biaya jasa atau tarif yang ditentukan oleh Pemerintah juga sudah baik karena sesuai kebutuhan pengemudi dan kemampuan bayar penumpangnya.

“Keberadaan  pengaturan tarif oleh Pemerintah ini membuat para aplikator tidak bisa perang tarif sekurang-kurangnya seperti sekarang sampai Rp1.000 per km,” kata pengamat transportasi dari Fakta Azas Tigor Nainggolan kepada BeritaTrans.com di Jakarta.

Menurutnya, tarif murah bukan keinginan dan keuntungan bagi penumpang ojek online. Penetapan atau perang tarif murah para aplikator justru sangat merugikan driver (pengemudi) dan juga penumpangnya. “Tidak benar pernyataan para aplikator yang mengatakan bahwa tarif mahal akan membuat para pengguna ojek online akan kembali menggunakan kendaraan pribadinya,” jelàs Tigor.

Pendapat tersebut, menurut Tigor, menyesatkan dan hanya menguntungkan bisnis para aplikator ojek online. Tarif murah justru membuat para driver tidak bisa membayar pembelian sepeda motornya dan tidak bisa membayar biaya perawatan sepeda motornya. “Tarif murah justru membuat kendaraan tidak laik jalan dan membahayakan keselamatan penumpang dan driver juga,” kilah dia lagi.

Tarif Per Zonasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meresmikan tarif atau biaya jasa ojol dengan menerapkan tarif batas atas dan batas bawah serta zonasi bagi penerapan tarifnya. Bagi penumpang Ojek Online (Ojol) saat ini, mulai 1 Mei 2019 akan membayar tarif yang dibagi dalam tiga zona.

Zona I wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa minus Jabodetabek), biaya jasa minimal berkisar antara Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawahnya sebesar Rp1.850 dan biaya jasa batas atas Rp2.300. Zona II (wilayah Jabodetabek), biaya jasa minimal sebesar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2000 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.500.

Zona III (Pulau Bali, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua) biaya jasa minimal adalah Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600.

Bagi driver dan penumpang di wilayah Jabodetabek masuk dalam zona dua sebesar antara Rp2.000 – Rp2.500 per Km dengan tarif biaya jasa minimal sejauh 4 Km pertama Rp 8.000–Rp10.000. Besaran tarif baru ojek online yang ditetapkan oleh pemerintah ini sudah naik dari tarif yang diberlakukan oleh aplikator saat ini.

Tarif saat ini dipatok oleh aplikator seharga Rp1.100 per km yang dibayar penumpang ojek online. Tarif murah itu bukan berarti menguntungkan penumpang, justru akan merugikan dan membahayakan penumpang. Tarif yang murah membuat para driver tidak bisa membiayai perawatan kendaraan dan membayar cicilan kendaraannya.

“Jadi pernyataan para aplikator tarif murah yang diminta dan disetujui penumpang karena menguntungkan, jelas ini pernyataan yang keliru. Pihak aplikator hanya mau menang dan untung sendiri karena tarif murah tetap menguntungkan mereka,” tegas Tigor.(helmi)

loading...