Angkasa Pura 2

KSOP Semarang Usulkan Pembatasan Mudik Gratis Sepeda Motor Dengan Muatan dan Penumpangnya Selesai di Pelabuhan Asal

Dermaga KoridorJumat, 3 Mei 2019
Ahmad Wahid PIP_MKS

Para pemudik dari Kumai, Kalimantan Tengah yang menumpang KM Leuser

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang Ahmad Wahid, ST, MT mengusulkan agar dilakukan pemeriksaan dan pembatasan barang bawaan pemudik gratis sepeda motor sejak di pelabuhan asal. Jangan sampai saat turun di Tanjung Emas misalnya, mereka pulang dengan sepeda motor dengan membawa muatan banyak dan lebih dari dua orang per kendaraan.

“Kasus itu sudah berulang-ulang, paling tidak dua tahun terakhir di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pemudik gratis dengan sepeda motor, begitu turun dari kapal membawa barang bawaan berlebih bahkan naik lebih dari dua orang,” kata Ahmad Wahid saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta kemarin.

Menurutnya, masalah ini sudah disampaikan dalam Rakor Kesiapan Angkutan Mudik Lebaran Ditjen Hubla 2019. Dengan harapan, bisa diantisipasi dengan sebaik mungkin guna meningkatkan keselamatan transportasi.

“Masalah ini harus diantisipasi dari awal, karena kalau sudah sampai Semarang akan sulit menertibkannya. Apalagi, melarang mereka pulang dengan sepeda motornya meski nyata-nyata melanggar aturan,” jelas mantan Direktur PIP Makassar itu.

KSOP Semarang dan Pelabuhan Tanjung Emas, menurut Wahid, hanya pelabuhan pemerima. Kita tak bisa menolak pemudik yang datang, meski mereka membawa muatan berlebih dari lebih dari dua orang untuk satu sepeda motor.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Ditjen HUbdat akan menyelenggarakan mudik gratis dengan kapal roro termasuk sepeda motornya. Selain itu, Ditjen Hubla juga menyiapkan fasilitas mudik gratis dengan kapal laut
termasuk sepeda motornya.

2.000 Sepeda Motor dan 4.000 Penumpang

Dengan asumsi setiap kapal membawa 1.000 sepeda motor, dan masing-masing dinaiki dua orang, maka aakan ada 2.000 sepeda motor dan 4.000 penumpangnya turun di Pelabuhan Tanjung Emas, semarang.

Jika kapal-kapal itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, tanggal 30-31 Mei, maka H-3-2 Lebaran mereka akan sampai di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Jumlah itu cukup banyak. Dan tentunya butuh pengamanan dan pengawasan ekstra. “Pengalaman tahun lalu, pemudik sepeda motor yang kelebihan penumpang atau barang menjadi “masalah”.

“Solusi yang kami usulkan, masalah kelebihan penumpang dan muatan pemudik sepeda motor ini seharusnya diselesaikan di pelabuhan asal, yaitu Tanjung Priok Jakarta. Mana yang boleh dan tidak boleh sudah selesai di pelabuhan asal,” tegas Wahid.(helmi)