Angkasa Pura 2

Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Mudik Lebaran 2019 Harus Lebih Baik, Selamat dan Ikut Berdayakan UKM

KoridorSenin, 6 Mei 2019
IMG-20190505-WA0071

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Penekanannya adalah sesuai arahan Presiden Jokowi agar mudik Lebaran kali ini lebih baik. Oleh karena itu, saat ini Kementerian Perhubungan bersama Gubernur Jawa Tengah, Korlantas Polri, Kapolda Jawa Tengah membahas beberapa hal terkait kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran 2019.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2019 Bidang Lalu Lintas di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang (5/5/2019) siang.

Menurut Menhub dalam beberapa hari ke depan wacana tersebut akan difinalkan. Intinya kita ingin penyelenggaraan arus mudik dan balik bisa dilaksanakan dengan baik.

“Tahun ini durasi arus mudik lebih panjang daripada arus balik yang lebih singkat. Pada saat arus mudik, ada 2 konsep untuk membuat arus lebih lancar. Pertama adalah ganjil genap, yang kedua adalah kita lakukan dengan konsep satu arah,” jelas Menhub Budi Karya.

Lakukan Rampcheck Mandiri

Sementara, terkait dengan kelaikan kendaraan terutama bus pariwisata, Menhub mengatakan pihaknya telah mengimbau agar para operator bus pariwisata juga melakukan self assesment terhadap kelaikan kendaraannya sendiri.

“Kami minta para pemilik bus pariwisata melakukan ramcheck sendiri. Setelah itu jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan juga melakukan ramcheck,” kata Menhub.

“Kemudian pada hari H, kita sampaikan pada mereka kita lakukan law enforcement, apabila ada bus pariwisata yang nekad mengoperasikan kendaraan tanpa stempel ramcheck (sticker lolos uji kelaikan) akan ditindak,” tegasnya.

Jika hal ini dilakukan secara intensif, menurut Menhub, diharapkan tidak terjadi lagi rem blong dan sebagainya.

“Mudik tahun ini, transportasi darat tetap menjadi primadona bagi masyarakat, mengingat infrastruktur jalan kita sudah cukup bagus, tol trans jawa sudah tersambung dari ujung barat ke ujung timur,” sebut Menhub Budi Karya.

Meski demikian, menurut Menhub, Pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat yang akan mudik untuk menggunakan angkutan umum bus, kereta api, atau yang lainnya.

Berdayakan UKM

“Ada satu pesan lagi dari Bapak Presiden, yaitu berkaitan pemberdayaan UKM,” kata Menhub. Hal ini perlu menjadi perhatian terutama bagi Jasa Marga dan BPJT, jumlah rest area dinilai masih kurang, UKM dapat dirangkul dan diberi ruang di rest area.

“Dari hasil survey Balitbanghub, menyebutkan bahwa total jumlah pemudik dari Jabodetabek sebanyak 14,9 juta, dengan tiga Provinsi tujuan mudik terbesar yaitu ke Jawa Tengah sebanyak 5,6 juta lebih pemudik atau 37,68 persen dari total pemudik Jabodetabek, Jawa Barat (3,7 juta lebih/24,89 persen), dan Jawa Timur (1,6 juta lebih/11,14 persen),” kata Dirjen Budi menambahkan.

Di Jawa Tengah terdapat tiga kota tujuan terbanyak yaitu Surakarta sebanyak 642 ribu lebih pemudik atau sekitar 4,31 persen dari total pemudik Jabodetabek, Semarang (563 ribu lebih/3,78 persen), dan Tegal (354 ribu lebih/2,38 persen).

Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada hari Jumat tgl 31 Mei 2019 (H-5). Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada Minggu, 9 Juni 2019 (H+3). Diperkirakan mobil pribadi akan lewat tol trans Jawa.(helmi)