Angkasa Pura 2

Antisipasi Arus Mudik 2019, KSOP Semarang Bersama Pemangku Kepentingan Siap Mulai H-15 Lebaran

Dermaga KoridorSelasa, 7 Mei 2019
IMG-20181229-WA0008

Para pemudik dari Kumai, Kalimantan Tengah yang menumpang KM Leuser

JAKARTA (BeritaTrans.com) – KSOP Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang siap menganisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2019. Sesusi Rencana Operasi (Renops) KSOP Semarang, Posko Angkutan Lebaran (Angleb) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan dibukan H-15 Lebaran atau 21 Mei sampai H+15 Lebaran, tanggal 21 Juni 2019.

Demikian disampaikan kepala KSOP Tanjung Emas Semarang Ahmad Wahid, ST, MT menjawab BeritaTrans.com, Selasa (7/5/2019).

Kesiapan KSOP Semarang diawali dengan pembentukan Satgas Angkutan Lebaran, dan rencana aksi serta jadwal petugas jaga di lapangan dari awal sampai akhir.

Koordinasi dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan, seperti PT Pelindo I Cabang Tanjung Emas, TNI-AL, Polri serta operator pelayaran seperti PT Pelni, PT Dharma Lautan Utama (DLU), PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Altosim Pelayaran Lampung,” kata Wahid.

Untuk kesiapan moda angkutan laut, menurut Wahid, Pelni menyiapkan dua kapal, yaitu KM Kelimutu, dan KM Lawit dengan masing-masing 912 penumpang. Kapal-kapal ini melayani angkutan dari daerah Kalimantan, seperti Pontianak, Ketapang serta Kumai.

PT DLU menyiapkan 4 kapal, yaitu KM Dharma Rucia 9, KM Dharma Kencana, KM Dharma Ferry dan KM Kirana I. Sementara, ASDP Indonesia Ferry menyiapkan KM Kalibodri, yang melayani lintasan Kendal-Kumai PP.

Sedang Altosim Pelayaran Lampung dengan dua kapal, yaitu KM Mutiara Timur I dan KM Mutiara Sentosa III. Altosim khusus melayani lintasan Panjang, Lampung ke Tanjung Emas, Semarang PP.

Sementara di Pelabuhan Penumpang Tanjung Emas Semarang kini sudah diberlakukan sistem barcode atau elektronik. Hanya calon penumpang resmi yang boleh masuk terminal. “Semua penumpang terdata dengan baik, bahkan barang-barang bagasi ditangani secara profesional layaknya di bandara,” papar Wahid.

Angkutan Lanjutan dari Pelabuhan Tanjung Emas, menurut dia, penumpang bisa juga naik taksi atau angkutan online. Dinamika di industri angkutan umum modern tentu tak bisa dielakkan di Semarang ini.

“Tentunya dengan mengikutisyarat dna ketentuan yang sudah diatur dan dikelola operator terminal peumpang di Pelabuhan Tannjug Emas Semarang,” tegas Wahid.(helmi)