Angkasa Pura 2

Survei di 5 Kota, Kemenhub Evaluasi Aturan Tarif Ojol

KoridorWednesday, 8 May 2019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Evaluasi aturan terkait ojek dalam jaringan/online (ojol) yang telah diimplementasikan 1 Mei 2019.

Kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner di lima kota yakni Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Surabaya.

“Melalui survei, diharapkan dapat diketahui gambaran secara komprehensif langsung dari masyarakat mengenai dampak dari implementasi Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi,” ujar Menhub di Jakarta, Rabu (8/9/2019).

Menhub mengatakan, cara ini dianggap efektif untuk mengevaluasi uji coba pemberlakuan tarif ojol yang baru, karena pihaknya tidak hanya mendapatkan masukan dari aplikator dan asosiasi pengemudi ojek dan taksi online saja, namun juga dari masyarakat sebagai konsumen.

Hasilnya akan dapat membaca daya beli masyarakat serta keinginan para pengendara terhadap layanan ojol.

“Beberapa waktu ini kami mendengar dari aplikator dan dari asosiasi. Tapi itu belum mengcover semua aspirasi. Untuk itu agar lebih mendalam kami lakukan penyebaran sekitar 4.000 kuesioner di lima kota,” ungkapnya.

Nanti akan bisa terbaca espektasi atau daya beli masyarakat serta keinginan dari pengendara itu berapa. Dengan dasar (survey) itu, sangat mungkin melakukan evaluasi tarif.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Menhub, bahwa setelah mendapatkan hasil survei nanti akan dilakukan diskusi dengan aplikator serta pihak-pihak terkait lainnya. (omy)