Angkasa Pura 2

Dirjen Budi Imbau Kementerian/ Lembaga dan Pemda Ikut Sosialsiasi Mengenai Reakayasa Lalu Lintas Saat Angkutan Lebaran

KoridorKamis, 9 Mei 2019
IMG-20190504-WA0007

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Hubdat, Kementerian Perhubungan (Kemenhb) Budi Setiyadi mengimbau Kementerian/Lembaga terkait termasuk pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 mendatang.

“Semua jajaran di sepanjang jalan negara akan terlibat untuk sosialisasi seperti kata Kapolri. Kita punya cukup waktu untuk menyampaikan pada masyarakat dan cukup waktu untuk menyiapkannya. Perlu semacam rambu atau petunjuk arah untuk kesiapan dari Jasa Marga,” kata Dirjen Budi di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, ada beberapa strategi yang ditempuh Pemerintah untuk mencegah kemacetan di jalan tol saat arus mudik dan balik yaitu memberhentikan proyek tol Jakarta-Cikampek. “Sekarang lajur jalan tol Jakarta-Cikampek sudah dikembalikan menjadi 4 lajur.

“Berikutnya akan ada pemindahan pintu tol Cikarang utama ke arah Bandung dan arah Cirebon. Jadi yang dari Cikarang Utama ke arah Bandung dan Cirebon nanti akan dipisah,” ujar Dirjen Budi.

Dia menambahkan, Pemerintah juga akan melakukan pembatasan kendaraan barang pada 30 Mei-2 Juni sehingga diharapkan pada masa puncak arus mudik tersebut perjalanan masyarakat yang akan mudik tidak terhambat.

Sementara, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno dalam kesempatan yang sama mengucapkan bahwa Pemerintah harus lebih gencar lagi saat melakukan sosialisasi mengenai kebijakan ini.

“Sehingga masyarakat yang mau ke Jakarta akan berpikir harus melewati jalur yang mana, karena jalur non tol Jakarta-Cikampek ini banyak yang tidak tahu karena terbiasa dengan jalan tol dan tidak terpelihara,” tandas Djoko.(helmi)

loading...