Angkasa Pura 2

Jelang Angleb, Edukasi Penerbangan Jangan Dilupakan

Bandara KokpitJumat, 10 Mei 2019
IMG-20190510-WA0049

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Meski semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan udara, namun bagi maskapai jangan sampai melupakan edukasi penerbangan.

Hal itu dilakukan agar masyarakat pengguna jasa lebih memahami dunia penerbangan. Edukasi dan Sosialiasi juga sesuai lho dengan PM No. 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Begitu juga dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2019, kami minta maskapai untuk memaksimalkan edukasi dan pelayanan kepada pengguna jasa angkutan udara,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Edukasi yang diberikan maskapai diantaranya terkait standar pelayanan sebelum penerbangan (pre-flight) yang terdiri dari informasi penerbangan, pemesanan tiket (reservation), penerbitan tiket (ticketing), pelaporan tiket sebelum keberangkatan (check-in), proses boarding (boarding) dan penanganan keterlambatan penerbangan (delay management).

Selain itu juga tentang standar pelayanan selama penerbangan (in-flght) meliputi fasilitas dalam pesawat udara, makanan dan minuman serta awak pesawat, terakhir standar pelayanan setelah penerbangan (post-flight) meliputi proses turun pesawat, transit, transfer dan pengambilan bagasi.

“Edukasi kepada calon pengguna jasa angkutan udara sangat penting, hal ini sejalan dengan fokus angkutan lebaran tahun ini salah satunya adalah memaksimalkan pelayanan dan On-Time Performance (OTP),” ungkapnya.

Pihaknya sebagai regulator berharap, angleb tahun ini bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala signifikan baik dari sisi keselamatan, keamanan dan pelayanan.

Untuk itu, kepada stakeholder perhubungan penerbangan diminta agar meningkatkan kerjasamanya demi kelancaran selama masa angleb.

Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Layanan Angkutan Udara, Direktorat Angkutan Udara, Putu Eka Cahyadhi, dalam rapat Peningkatan Pelayanan Angkutan Udara Selama Angkutan Lebaran Tahun 2019 dengan maskapai mengungkapkan, maskapai mematuhi dan melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dengan sebaik-baiknya.

Dalam rapat tersebut, Ditjen Hubud menegaskan kepada maskapai untuk lebih meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi setiap keluhan penumpang terutama pada penumpang dengan kebutuhan khusus (wanita hamil/penumpang lanjut usia/bayi/anak-anak/penumpang sakit).

“Khusus antisipasi delay, apabila terdapat penerbangan yang mungkin beroperasi melebihi jam operasi bandara, diimbau kepada maskapai agar melakukan koordinasi dengan penyelenggara bandara dan navigasi penerbangan,” kata dia.

Selain itu, untuk meminimalisir keluhan penumpang terkait delay dan pembatalan penerbangan akibat force majure, maka diharapkan maskapai memberikan penanganan kepada penumpang sesuai dengan PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Maskapai juga diwajibkan untuk memberikan laporan terkait data penumpang setiap hari mulai 29 Mei – 13 Juni 2019. (omy)