Angkasa Pura 2

2019, Realisasi Investasi di DKI Jakarta Tembus Angka Rp24,7 T Termasuk Sektor Transportasi

kendaraan-melintas-di-samping-pembangunan-proyek-light-rail-_170214130816-477

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, di Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta, menerangkan dengan memangkas persyaratan perizinan usaha maka minat para investor baik asing dan dalam negeri untuk menanamkan modalnya di Jakarta diharapkan menjadi lebih besar.

“Selama ini berbagai upaya yang dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dalam menarik investasi cukup membuahkan hasil signifikan. Hal tersebut terlihat dari laporan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia,” kata Benni di kantornya, Jakarta Selatan kemarin.

Adapun sektor usaha terbesar yang diminati investor PMDN, yaitu bidang Konstruksi, Transportasi, Telekomunikasi, Industri Makanan, Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, Listrik, Gas dan Air. Sementara, untuk sektor usaha yang diminati PMA adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran, Pertambangan, Industri Logam Dasar, dan Barang Logam.

Pada periode Januari sampai Maret (Triwulan I) tahun 2019, Realisasi Investasi di DKI Jakarta menembus angka Rp24,7 triliun. Jumlah itu, terdiri dari PMA sebesar US$955,4 juta atau setara Rp14,3 Triliun (US$1= Rp15.000, sesuai dengan APBN 2019) dan PMDN sebesar Rp10,4 Triliun.

“Melalui penyederhanaan izin, inovasi layanan, kampanye sosialisasi, promosi investasi dan upaya lain yang telah dilakukan untuk meningkatkan angka investasi hasilnya cukup memuaskan. Pada Triwulan pertama tahun ini, Realisasi Investasi di Jakarta sudah menembus angka Rp24,7 triliun” ujar Benni.

Berdasarkan data realisasi investasi pada triwulan I tahun 2019, Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah proyek investasi PMDN dan PMA terbanyak di Indonesia, total 1.798 proyek investasi di lakukan di Ibukota. Dengan rincian Realisasi Investasi PMDN sebanyak 638 proyek.

Jumlah itu meningkat sebesar 376 persen atau lebih tiga kali lipat dari periode yang sama pada tahun lalu (yoy) sebanyak 134 proyek. Sementara realisasi investasi PMA berjumlah 2.832 proyek. Jumlah proyek itu meningkat sebesar 144 persen atau lebih satu kali lipat dari periode yang sama pada tahun lalu (yoy) sejumlah 1.160 proyek. Hal ini dapat menunjukkan bahwa Jakarta masih menjadi primadona bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Jakarta masih menjadi Primadona bagi para investor dan kami optimis dapat mencapai target realisasi investasi pada tahun 2019, yang telah ditetapkan sebesar Rp100,2 triliun,” tandas Benni.(helmi)

loading...