Angkasa Pura 2

Jalur Kereta Api Cibatu-Garut dan Cianjur-Padalarang Direaktivasi

EmplasemenMinggu, 12 Mei 2019
images (95)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah menggelar reaktivasi Kereta Api jalur Cibatu-Garut dan Cianjur-Padalarang untuk mendukung perkembangan pariwisata dan perekonomian di Jawa Barat.

Budi Karya Sumadi menjelaskan reaktivasi Cibatu ke Garut ini merupakan tahap pertama untuk melanjutkan reaktivasi jalur KA selanjutnya.

“Jadi bukan terbatas di Garut saja tetapi juga ada yang di Cianjur, ada yang di Pangandaran dan sebagainya,” ujar Budi dalam siaran persnya.

Budi menjelaskan untuk program pendanaan reaktivasi jalur KA berasal dari APBN, PT KAI dan kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adapun dana yang digelontorkan untuk reaktivasi tahap pertama yaitu Garut ini sebanyak Rp 400 miliar, sedangkan Cianjur menuju Padalarang akan menelan dana sebesar Rp300 miliar.

Budi menargetkan reaktivasi ini selesai dalam kurun waktu lima tahun.

“Reaktivasi tahap pertama ini rencananya akan selesai pada Desember 2019 dan beroperasi pada Februari 2020. Yang perlu banyak waktu pengerjaan memang Ciwidey, Kertajati, Pangandaran, karena beberapa dibutuhkan pembebasan tanah. Kami harapkan program ini akan berlangsung satu sampai 5 tahun,” tandas Budi.

Aspirasi Masyarakat

Sebelumnya Paguyuban Masyarakat Bantaran Rel Garut yang terkena pembukaan kembali jalur kereta api Stasiun Cibatu-Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak puas dan kecewa jika hanya diberikan uang kerahiman atau semacam kadeudeuh.

Sekretaris Paguyuban Masyarakat Bantaran Rel Garut, Alimudin, mengatakan, warga membutuhkan biaya relokasi yang layak dan aman untuk tempat tinggal.

“Kami belum menerima solusi yang nyata, kalau sekadar uang kerahiman, uang cuma-cuma, itu belum menjawab keinginan masyarakat,” kata Alimudin, saat mendatangi Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (4/2/2019).

Alimudin mengatakan, ia sengaja menemui langsung Bupati Garut Rudy Gunawan untuk menanyakan nasib masyarakat yang terdampak reaktivasi kereta api di Garut.

Masyarakat, kata dia, mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk memikirkan masalah masyarakat tersebut yang saat ini membutuhkan perhatian dari pemerintah selain bentuk perhatian uang kerahiman.

“Kami datang menemui Pak Bupati untuk menanyakan sikap Pemkab. Selain itu, kami juga menanyakan perihal surat untuk bertemu dengan gubernur,” katanya seperti dilansir Antaranews.com.

Jawaban dari Bupati Garut, kata Alimudin, surat aspirasi dari masyarakat sudah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari Gubernur.

Masyarakat tidak menolak pembangunan rel rute Stasiun Cibatu-Garut, namun program tersebut belum memperhatikan nasib tempat tinggal warga.

“Kalau tidak direlokasi, solusinya jalur yang dilalui jangan ke sana,” katanya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan, program reaktivasi rel kereta api di daerah itu merupakan rencana Pemerintah Provinsi Jabar dan saat ini sudah mulai dikerjakan PTKAI.

Terkait aspirasi masyarakat bantaran rel, kata dia, sudah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada 10 Januari 2019, dan hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan.

“Sampai sekarang memang belum ada jawaban dari Pak Gubernur, setelah Presiden datang ke sini itu sudah kewenangan provinsi dan pusat,” katanya.

loading...