Angkasa Pura 2

Kemenhub-PLN Teken Mou Pasokan Listrik ke Pelabuhan Patimban

Dermaga EnergiSenin, 13 Mei 2019
IMG-20190513-WA0032

IMG-20190513-WA0033

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (hubla) Kemenhub telah menyelenggarakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU)  antara Kemenhub dan PLN untuk Penyediaan dan Pasokan Tenaga Listrik untuk kawasan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

MoU ditandatangani  Dirjen Perhubungan Laut (Hubla)  R. Agus Purnomo dan Direktur Jawa Bagian Tengah PT PLN Amir Rasyidin di Ruang Kutai, Kemenhub, Jakarta (13/5/2019).

Amir Rasyidin mengatakan, pasokan dan keandalan PLT di Jawa Bagian Tengah cukup bagus, termasuk untuk memasok kebutuhan listrik untuk industri. “Salah satunya, kawasan Pelabuhan Patimban,” katanya mantap.

Untuk tahap awal, Pelabuhan Patimban membutuhkan pasokan listrik sekitar 50 mega watt (MW). “Jumlah tersebut akan dipasok dari PLTU Indramayu dan PLTU lain di Jawa Barat,” jelas Amir.

Selanjutnya, PLN akan membangun Gardu Induk (GI) di sekitar Pelabuhan Patimban. Dengan begitu, pasokan listrik ke Patimban dan kawasan pendukungnya semakin baik,” jelas Amir.

Saat ini, aku Amir, PLN juga menawarkan harga listrik yang kompetetif, terutama untuk kalangan industri. “Harga jual PLN rata-rata Rp950/ KwH. Harga tersebut cukup kompetetitf di kawasan Asean,” tukas Amir.

Sementara, Dirjen Hubla R. agus Purnomo mengatakan, pihaknya memilih PLN untuk memasok kebutuhan listrik di Pelabuhan Patimban karena diyakini mampu.

“Saya langsung pilih PLN saat ditawarkan. Dan kita berharap, PLN bisa memberian harga yang terbaik, sehingga industri Indonesia bisa bersaing,” jelas Dirjen Agus.

Meski agak terlambat, jelas dia, Pelabuhan Patimban tahap pertama yaitu Car Terminal akan selesai dan bisa dioperasikan Desember 2019. 

“Dengan kehadiran Pelabuhan Patimban nanti, diharapkan bisa mengurangi beban dan kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta,” harap Dirjen Agus.

Akses jalan ke Pelabuhan Patimban juga sudah disiapkan. Pembebasan lahan oleh Kemenhub, dan nanti kontraktornya dari Kementerian PUPR.

“Saat dioperasikan nanti, jalan selesar 24 meter dan back up area/ daerah pendukung seluas 300 ha di Patimban sudah siap,” tgas Agus.(helmi)

loading...