Angkasa Pura 2

Masuk PSN, Pelabuhan Patimban Butuh Jaminan Pasokan Listrik Memadai

Dermaga Energi KoridorSelasa, 14 Mei 2019
FB_IMG_1557788894137

FB_IMG_1557788901972

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Agus Purnomo mengatakan, Pelabuhan Patimban, Jawa Barat  merupakan Proyek Strategis Nasional  (PSN) yang membutuhkan percepatan dalam pembangunan dan pengoperasiannya. 

Dalam pelaksanaannya, (Pelabuhan) Patimban Jawa Barat praktis membutuhkan pasokan tenaga listrik.  Apalagi untuk mendukung operasional alat-alat kepelabubanan pasti butuh pasokan listrik yang andal. Begitu juga kawasan industri yang akan dibangun di kawasan Patimban.

“Karenanya,   kerjasama antara Kemenhub dan PLN dalam hal penyediaan pasokan listrik di kawasan Pelabuhan Patimban,” kata Dirjen Agus  usai teken kerja sama dengan dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Dikatakan, kedua belah pihak  sepakat untuk melakukan tugas dan tanggungjawab sesuai kewenangan masing-masing, menyusun program penyediaan ketenagalistrikan secara terpadu.

“PLN akan menyediakan tenaga, sarana, dan prasarana ketenagalistrikan yang diperlukan serta memenuhi segala ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan internal masing-masing pihak,” jelas Dirjen Agus.

Sementara, Ditjen Hubla, Kemenhub akan membangun fasilitas dan infrastruktur Pelabuhan Patimban. Infrastruktur ini lokasinya tak jauh dari Bandara Kertajati. ”Patimban ke depan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Jawa Barat dan sekitarnya,” kilah Agus Purnomo.

Peabuhan Patimban nanti juga akan didukung jaringan jalan darat dari dan menuju pelabuhan, kawasan industri bahkan pusat-pusat pertumbuhan lainnya. “Kini akses jalan ke Patimban tengah dibangun, dan pembebasan lahan sudah dilakukan Kemenhub,” kilah Dirjen Agus.

Fokus (Kemenhub) ke depan, aku Dirjen Agus, adalah membangun konektiviti teemasuk di dalamnya listrik. “Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi pelabuban umum yang didukung kawasan industri, termasuk hinterland di daerah Karawang, Purwakarta, Bekasi bahkan sebagain Jawa Tengah bisa dikapalkan melalui Patimban,” sebut pejabat Kemenhub itu.

“Kita (Kemenhub) menjalin kerja sama dengan PLN agar mendapatkan pasokan listrik dan harga yang bagus. Jadi secara  komulatif,  semua ekonomis dan ingin totaknya  lebih murah,” harap Dirjen Agus.

Kerja sama Kemenhub-PLN khususnya PJB/ PLN sudah  sering dilakukan. Dan PLN terbukti cukup andal dan terpercaya sebagai produsen dan pemasok listrik di Indonesia. “Selama ini, beberapa Pelabuban Khusus (Pelsus) pasokan listriknya dari PLN,” sebut Dirjen Agus.

Demikian juga kegitan lain seperti proyek pengerukan, industri serta Pelabuhan Patimban ini akan menggunakan listrik dari PLN. “Daripada membangun pembangkit sendiri, lehih ekonomi kerja sama PLN untuk memasok kebutuhan listriknya,” papar Agus Purnomo.

Investasi Rp100 Miliar

Sementara, Direktu Regional Jawa Bagian Tengah PL  Amir Rosyidin   mengatakan, untuk Pelabuhan Patimban butuh pasokan listrik 50 MW. “Kapasitad produksi PLN cukup termasuk di Jawa Bagian Tengah cukup bagus. Dar 35.000 MW, kini sudah tersambung dalam jarirngan distribusi Jawa dan Bali,” kata Amir.

Dari jaringan Jawa-Bali itu, menurut Amir, PLN bisa mendistribusik pasokanlistrik ke konsumen, termasuk kalangan industri dan Pelabuan Paatimban Jawa Barat. “Beberapa PLTU di Jwa arat se[erti PLTU Indramayu dan PLTU Cilacap dan lainnya siap mem-back up pasokan listrik ke Patimban,” kilah Amir.

Guna menjamin pasokan listrik ke Pelabuhan Patimbang nanti, menurut Amir, piaknya akan membangun Gardu Induk PLN di daerah Patimban, Jawa Barat.

“Untuk membangun infrastruktur GI ini, PLN siap berinvestasi sampai Rp100 miliar. Dengan begitu, secara teknis pasokan listrik ke Patimban akan aman,” tegas Amir.(helmi)

loading...