Angkasa Pura 2

Buka SKD Sipencatar Polbit 2019, Sesjen Djoko Sasono Ingatkan Untuk Bersiap Hadapi Era Indonesia Emas

SDMRabu, 15 Mei 2019
IMG-20190515-WA0016

IMG-20190515-WA0019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tahapan Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) Pola Pembibitan (Polbit) tahun 2019, Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Kemenhub resmi dimulai, Rabu (15/5/219).

Tahapan Sipencatar Polbit dimulai dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi dasar (SKD), yang meruakan tahapan awal setiap catar Polbit, yang nota bene akan menjadi aparatur sipil begara (ASN).

Proses SKD Polbit nasional dibuka secara resmi oleh Skretaris Jenderal (Sesjen) Kemenhub Dr.Ir. Djoko Sasono, di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Cawang, Jakarta Timur.

Ikut medampingi Sestama BKN Supranawa Yusuf, Kepala BPSDMP Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, Karo Kepegawaian Kemenhub Harry Kriswanto, Kapusbang SDM Hubdat Popik Montanasyah, Ketua STTD Bekasi Eddy Gunawan dan staf.

Pelaksaan SKD secara nasional dilakukan di 39 lokasi, baik di BKN Jakarta, Kantor Regional BKN di berbagai daerah serta beberapa kampus transportasi BPPSDMP di Tanah Air.

Saat ini, tercatat ada sekitar 25.000 peserta yang lolos tahap awal dan berhak mengikuti SKD. Sementara, kuota yang akan diterima di 11 kmpus transportaso BPSDMP sesuai keputusan Menteri PAN dan RB sebesar 2.767 orang, dari berbagai matra berbeda.

IMG-20190515-WA0018

Sambut Era Indonesia Emas

Sesjen Kemenhub Dr. Djoko Sasono dalam sambutan pembukaannya mengatakan, kalian adalah calon-calon pemimpin Indonesia masa depan, bukan hanya di Kemenhub. Oleh karena itu, persiapkan diri dengan baik, jawab seluruh pertanyaan SKD dengan tepat dan akurat.

“SKD ini merupakan titik awal kalian sebelum menjadi taruna Polbit bahkan aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub di masa depan. Oleh karena itu, sejak kini semua harus dimulai dengan niat dan kemauan yang baik untuk bangsa dan negara ini,” pesan Djoko.

Tahun 2045 mendatang, lanjut Djoko, Indonesia akan genap 100 tahun merdeka. Saat itulah yang disebut “era Indonesia emas.” “Penduduk usia produktif saat itu akan lebih banyak dibandingkan manula atau anak-anak. Kalian semua yang duduk disini akan menjadi pemimpin yang mengelola dan memimpin negeri ini. Tentunya harus menjadi Indonesia yang lebih baik,” jelas Djko.

Saat itu, menurut dia, income percapita Indonesia mencapai US$ 30.000 per orang. Jumlah itu naik dibandingkan sekarang rata-rata US$ 3.500 per orang. “Indonesia juga akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ke keempat di dunia, setelah China, India dan AS,” papar Djoko.

IMG-20190515-WA0017

Cita-cita mulia untuk menyambut Era Indonesia Emas itu, tambah Djoko, akan akan bisa tercapai dengan baik jika kualitas SDM baik dan mumpuni. Mereka juga gigih dan tahan banting sekaligus siap menyelesaikan tantangan dan dinamika kehidupan ke depan.

“Itulah tantangan bagi kalian, termasuk calon taruna Polbit 2019 ini. Kini, kalian mulai melangkah. Beajar yang rajin dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” tegas Djoko didampingi Kepala BPSDMP Ir.Umiyatun Hayati Triastuti itu.(helmi)

loading...