Angkasa Pura 2

TBA Diturunkan, Tigor: Harga Tiket Penerbangan Dalam Negeri Tidak Rasional

Bandara KokpitRabu, 15 Mei 2019
Garuda-Indonesia_-ANTARAnews

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah mulai hari ini, Rabu (15/5/2019), memberlakukan Tarif Batas Atas (TBA) baru yang turun antara 12% – 15% dari sebelumnya. Seharusnya tarif turun walau memang belum signifikan karena kenaikannya hingga sekitar 60% dari tarif sebelumnya.

Demikian disampaikan pengamat transportasi Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu.

Penurunan TBA ini, lanjut dia, memang akan membuat maskapai penerbangan harus menurunkan harga tarif tiket mereka.

Ada yang janggal dalam tarif tiket penerbangan dalam negeri yang ditentukan para maskapai penerbangan.

“Tarif tiket yang digunakan para maskapai penerbangan dalam negeri jauh lebih tinggi dibandingkan tarif penerbangan di Negera tetangga, seperti Malaysia,” jelas Tigor lagi.

Harga tiket penerbangan domestik di Malaysia masih sangat murah. Sebagai contoh, papar Tigor, untuk rute Tawau – Kota Kinabalu dengan waktu tempuh 50-60 menit.

“Sementara itu tarif dengan lama penerbangan sejenis di Indonesia tarifnya sekutar Rp1 juta lebih,” terang Tigor.

Pertanyaannya sekarang, mengapa harga tiket penerbangan di Indonesia begitu tinggi ? “Apakah ada perbedaan komponen tarif yang digunakan oleh maskapai penerbangan dalam negeri Indonesia dengan maskapai penerbangan Malaysia,” tanya Tigor diplomatis.(helmi)

loading...