Angkasa Pura 2

Pengamat Usulkan, Operator Tol Libatkan Warga Sekitar Berusaha di Rest Area Tol Sumatera

Ekonomi & Bisnis KoridorKamis, 16 Mei 2019
Djoko-Setijowarno SMG

IMG-20190516-WA0000

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang dan Tim Monitoring Balitbang Djoko Setijowarno mengusulkan agar operator jalan tol khususnya ruas Bakauheni-Terbanggi  melibatkan warga sekitar untuk berpartisipasi mengisi dan mengembangkan UMKM di rest area tol.

“Mereka (UMKM) itu bisa dijadikan mitra binaan BUMN atau pihak lain sehingga bisa ikut menjaga, memiliki sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol,” kata Djoko menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Keberadaan warga sekitar jalan tol, lanjut dia,  selama ini  sudah turut membantu mendirikan warung makan di rest area tol. “Keberadaan mereka ini dapat dilanjutkan jika sudah terbangun tempat istirahat yang permanen,” kata Djoko.

Penyertaan warga sekitar berusaha di tempat istirahat tol, jelas dia, juga merupakan bagian dari jaring pengaman sosial.  “Warga sekitar tol ikut diberdayakan dan bisa menikmati keberadaan tol demi masa depan mereka dan keluargnya,” papar Djoko.

IMG-20190516-WA0002

Tetap Undang Usaha Besar

Selain itu juga untuk mengajak warga sekitar menjadi UMKM yang tentunya pembinaan berusaha kuliner.  Walaupun nanti, kilah Djoko, BUJT tetap bisa mendatang pengusaha (tenan besar) lain di tempat istirahat ini.

Keberadaan warung tenda selama mudik Lebaran 2019, menurut Djoko memberikan layanan bagi pemudik yang melintasi Tol Trans Sumatera dari Tanah Jawa atau sebaliknya.

Pasanya, baru tahun 2019 ini penudik ke Sumatera yang melintasi Selat Sunda dapat menikmati jalan tol Bakauheni- Palembang.

Meski diakui, tambah dia, baru ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (139,9 km) yang beroperasi dengan membayar mulai 17 Mei 2019. Sementara dari Terbanggi Besar – Pematang Panggang (99,1 km), Pematang Panggang – Kayu Agung (87 km) dan Kayu Agung – Palembang (40 km) baru fungsional.(helmi)

loading...