Angkasa Pura 2

Pengendara Motor Terobos Palang Perlintasan Tewas Disambar Kereta Api yang Melintas

EmplasemenMinggu, 19 Mei 2019
images (2)

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kereta api di perlintasan Alastua, Bangetayu Wetan, Kota Semarang, Minggu (19/5/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.

Korban meninggal diketahui bernama Dimas, warga Pedurungan Lor RT 1 RW 1, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Teman wanita yang ia boncengkan selamat, hanya mengalami luka di tangan.

“Ada suara grek benturan, terus ramai-ramai orang bilang ada kecelakaan. Kejadiannya tengah malam tadi. Saya dan pembeli langsung lari ke lokasi,” ucap Ndoet (58), penjual nasi goreng di dekat perlintasan KA Alastua.

Ndoet menyebut pengendara motor tersebut nekat menerobos pintu palang kereta api yang telah ditutup.

Korban berboncengan dari arah selatan mengendarai Vario oranye berpelat nomor H 6896 AAW.

Saat sampai di perlintasan KA, pengendara membuka palang pintu kemudian melaju tancap gas.

Dia lolos dari kereta api yang pertama tapi tersambar kereta kedua yang melintas dari arah berlawanan.

Akibatnya, korban terpental sejauh 5 meter.

Teman korban yang membonceng, Susi warga Sendangguwo Selatan, Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, selamat karena bergegas turun dari motor.

“Begitu ditabrak, korban masih hidup tapi kejang-kejang. Tidak ada yang berani pegang karena kami takut kesalahan. Warga terus memanggil ambulans. Pas ambulance datang, korban meninggal,” lanjut Ndoet.

Jasad korban lalu dievakuasi sekitar pukul 02.00 WIB.

Adapun korban luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Diperkirakan pengendara motor tidak menyangka akan ada dua kereta lewat sekaligus.

Jalur kereta di Semarang merupakan rel ganda (double track) sehingga bisa saja dua kereta melintas dalam waktu bersamaan di suatu titik.

Ndoet menyebut beberapa kali melihat pengendara motor nekat tetap melintas meski palang pintu perlintasan sudah tertutup.

Mereka tidak sadar bahwa nyawa menjadi taruhannya.

“Kalau sabar menunggu beberapa menit, Insyaallah selamat. Adanya palang pintu sama sirine itu kan bukan buat hiasan,” tuturnya. (dan/sumber tribunnews.com)

loading...