Angkasa Pura 2

Angkasa Pura II Targetkan Pendapatan Rp11.4 Triliun Tahun 2019, Rp500 miliar Di Antaranya Dari Addition Revenue

BandaraSenin, 20 Mei 2019
IMG_20190520_190404

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Tahun 2019 ini, PT Angkasa Pura (AP) II targetkan pendapatan Rp11,4 triliun. Sebanyak dengan Rp500 miliar di antaranya berasal dari addition revenue dengan cara inorganik.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengutarakan di internal perusahaan, terus berinovasi sehingga revenue stream tidak hanya bergantung pada aero revenue stream saja.

Selama ini, dia mengungkapkan AP II sangat bergantung pada tiga pokok bisnis, antara lain aero, nonaero, dan kargo.

Perusahaan, dia mengemukakan mulai mengembangkan addition revenue stream nonaero untuk menyikapi dinamika industri penerbangan saat ini dengan mengembangkan konsep bisnis beyond core.

“Kita mulai pertimbangkan APII bukan sebagai perusahaan airport operator saja, tapi masuk ke daya inovasi bisnis dan pengembangan produk serta jasa ke depannya ” ungkap Awaluddin.

Dia menuturkan pada tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp14 triliun dengan Rp1,7 triliun di antaranya untuk mendorong addition revenue secara inorganik.

“Dua pilar besar ini mulai tahun ini sudah berkembang dengan cara-cara tidak hanya sebatas menumbuhkan pendapatan secara organik, tapi juga inorganik,” ungkapnya, Senin (20/5/2019).

Dia mengungkapkan perusahaan mulai mempertimbangkan masuk ke area-area nonaero dengan cara yang tidak biasa dan lebih akseleratif.

“Addition revenue stream kita lakukan melalui strategic partnership, merger dan akuisisi, serta pengembangan bisnis baru. Selama ini AP II sangat bergantung pada tiga pokok bisnis, antara lain aero, nonaero, dan kargo.” lanjut dia.

Dinamika Harga Tiket

Menyinggung tentang dinamika harga tiket pesawat, Awaluddin menjelaskan membuat industri dirgantara ini akan mencari titik keseimbangan baru untuk dapat terus mengalami pertumbuhan.

Dia mengatakan sebagai pengelola bandara, pihaknya harus bisa memprediksi arah perkembangan industri penerbangan ke depannya.

“Kami percaya industri ini masih akan tumbuh karena populasi penduduk Indonesia yang besar dan wilayah yang luas,” tuturnya.

Awaluddin mengatakan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik serta jumlah masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh sehingga transportasi udara masih akan mengambil peran yang signifikan sebagai pilihan masyarakat.

(dien/sumber: Anadolu Agency).

loading...