Angkasa Pura 2

Dirjen Budi Prediksi, Pemudik Lebih Banyak ke Arah Jawa Tengah Sampai Kartasura

KoridorSenin, 20 Mei 2019
IMG-20190519-WA0005

BREBES (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyampaikan bahwa untuk arus mudik Lebaran tahun 2019 ini ke arah Jawa Tengah akan banyak di dominasi oleh pemudik yang menuju ke arah Tegal, Semarang, dan Kartasura menuju ke Jawa Timur.

“Hasil survei kemarin di Jateng itu, paling banyak keluar ke arah Semarang, yang kedua ke Kartasura, dan ketiga Tegal. Itu paling banyak,” ujar Dirjen Budi Setiyadi saat mendampingi Menhub Budi Karya di Brebes, Minggu (19/5/2019) sore.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi juga mengimbau agar para pemudik yang akan menuju Kabupaten Banyumas, Cilacap, Wonosobo, Banjarnegara serta Temanggung menggunakan alternatif lain selain keluar dari Gerbang Tol Pejagan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pada GT Pejagan.

“Saya ingin menyampaikan, sebetulnya banyak masyarakat yang turun di Pejagan itu kan banyak masyarakat dari Kab. Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung sebagian besar disitu. Sekarang sudah ada begitu banyak pintu tol, bisa melalui Brebes Barat, Brebes Timur, Adiwerna kemudian Gandulan juga bisa.

“Kita harapkan masyarakat supaya bisa memilih jalan keluarnya jangan tertumpu semua ke Pejagan,” tandas Dirjen Budi.

Koordinasi Dengan Polri

Sementara, Manajemen PT Jasa Marga, Tbk bersama aparta terkait khususnya Polres Brebes sudah membahas bersama terkait rencana aksi dan antisipasi kepadatan lalu lintas di exit tol Brebes Barat dan sekitarnya.

“Yang pasti, lonjakan arus kendaraan pemudik harus diantisipasi dengan baik, agar tidak berdampak negatif,” Dirut Jasa Marga Desi Arriyani di Brebes.

Dikatakan, kami sudah membahas bersama dengan Kapolres dan pengelola Pejagan Pemalang Toll Road, dan bahkan sudah dilakukan simulasi. Semua berjalan aman dan lancar, termasuk disiapkan skenario terburuk yang harus dilakukan jika kondisi darurat.

“Jadi diharapkan tidak akan terjadi kekacauan karena penumpukan disana, dengan catatan mulai dari Cikarang Utama kendaraan besar harus di jalur A saja, tidak boleh ambil jalur B. Sementara kendaraan kecil boleh di jalur A dan B,” tegas Desi.(helmi)

loading...