Angkasa Pura 2

Catat, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Seputar Gedung KPU

Aksi Polisi KoridorRabu, 22 Mei 2019
IMG_20190522_061248

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Warga masyarakat yang akan berkantor atau beraktivitas di sekitar Gedung Kantor Pemilihan Umun (KPU) Jln Imam Bonjol, Jakarta Pusat, hendaknya berhasi-hati dan terus pantau informasi dari pihak Polri. Polri akan melakukan rekayasa lalu lintas dan mengalihkan sejumlah rute di seputar gedung KPU itu.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Penerapan rekayasa lalu lintas itu berlaku selama 24 jam sejak hari ini hingga Rabu 22 Mei.

“Rekayasa lalu lintas ini berlaku pada Selasa (21/5/2019) hingga Rabu (22/5/2019) selama 24 jam. Namun, jika aksi unjuk rasa masih berlangsung hingga Kamis (23/5/2019), rekayasa lalu lintas itu akan diberlakukan kembali,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir kepada pers di Jakarta, Selasa (21/5/2019) petang.

“Setelah tanggal 22 kita melihat kondisi situasional. Kalau nanti masih ada unjuk rasa, rekayasa lalin akan dilakukan lagi,” jalas Kompol Nasir lagi.

Berikut rekayasa lalu lintas yang disiapkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya di sekitar gedung KPU:

1. Arus lalu lintas dari arah Bundaran Hotel Indonesia, yang akan menuju Jalan Imam Bonjol ditutup dan dialihkan ke Jalan Pamekasan atau Jalan Agus Salim.

2. Arus lalu lintas dari arah Jalan Rasuna Said yang akan menuju Jalan Imam Bonjol melalui Jalan HOS Cokroaminoto ditutup dan dialihkan ke Jalan Sumenep ke Latuharhary menuju arah Manggarai.

3. Arus lalu lintas dari arah Jalan Prof Moch Yamin yang menuju Jalan Imam Bonjol diluruskan menuju arah Jalan Sultan Syahril.

4. Arus lalu lintas dari arah Jalan Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol ditutup dialihkan dan diputar-balikkan atau dialihkan ke Taman Suropati.

5. Arus lalu lintas dari arah Jalan Taman Sunda Kelapa yang mau belok kiri ke Jalan Imam Bonjol ditutup dialihkan dengan diluruskan ke Taman Suropati atau belok kanan ke Jalan Diponegoro.

Sebelumnya, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum menjelaskan bahwa aparat gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan saat pengumuman hasil Pemilu 2019 dengan menurukan peronel sampai 22.000 orang.

Namun mereka tidak dilengkapi dengan senjata api. Aparat keamanan akan dilengkapi dengan tameng, gas air mata, dan water canon.

“Konsep pengamanan Polri untuk tanggal 22 Mei 2019 yang akan datang bersama dengan rekan-rekan TNI, paling pokok adalah seluruh aparat keamanan yang melaksanakan pengamanan tidak dibekali senjata api,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri itu.(helmi/ berbagai sumber)

loading...