Angkasa Pura 2

Sudah Beroperasi, Rata-Rata 8 Kapal Sebulan Sandar Di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Dermaga itjen SDMRabu, 22 Mei 2019
IMG-20190522-WA0053

IMG-20190522-WA0056

TANJUNG API-API (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Tanjung Api-Api kini sudah beroperasi, meski jumlah kunjungan kapal masih relatif kecil. Tapi aktivitas sebagai pelabuhan niaga sudah ada dan dilayani dengan baik.

Pelabuhan Tanjung Api-Api ini dilengkapi dermaga sepanjang sekitar 200 meter, dan dilengkapi lapangan penumpukan. Disana sudah juga ada head truk guna mendukung aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Apri-Api.

Dalam kunjungan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dr. Wahju Satrio Utomo, Rabu (22/5/2019) dilaporkan setiap bulan rata-rata 8 kapal dengan berbagai komoditas sandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-Api.

Pelabuhan ini langsung menghadap ke laut, khususnya selat antara Pulau Sumatera dan Bangka. Alur pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api tidak terlalu panjang.

IMG-20190522-WA0055

Sesuai rencana, Pelabuhan Tanjung Api-Api diproyeksikan menjadi pelabuhan samudera yang bisa melengkapi Pelabuahn Boom Baru di Palembang, yang nota bene merupakan Pelabuhan Sungai.

Akses jaan menuju Pelabuhan Tanjung Ap-Api cukup bagus, meski diakui ada beberapa titik yang sudah rusak dan berlubang-lubang.

Dengan begitu, cukup menyuitkan bagi kendaraan khususnya truk besar jika berpapasan dengan kendaraan lain di jalan.

Masalah lainnya, ada juga pasar tumpang, yang di pagi hari cukup ramai. Disana banyak pedagang dan pengunjung beraktiitas di bahu jalan bahkan sampai badan jalan.

Kondisi tersebut, makin ramai karena kendaraan baik mobil atau motor yang parkir sembarangan. Ada pula, kendaraan yang berhenti di badan jalan, sehingga membuat kapasitas jalan makin berkurang.

Sementara, masalah lain di Pelabuhan Tanjung Api-Api adalah pasang surut air laut serta tingkat sedimentasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kapal-kapal yang hendak masuk atau keluar Pelabuan Tanjung Api-Api harus menunggu pasang surut air.(helmi)