Angkasa Pura 2

Trafik Pesawat Turun 20 Persen, Pendapatan Angkasa Pura I Berkurang Rp300 Miliar

Bandara KokpitKamis, 23 Mei 2019
423201932546

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mahalnya harga tiket, yang berimbas merosotnya pengguna jasa angkutan udara, menyebabkan pendapatan pengelola bandara ikut mengkerut.

Efek negatif itu dialami PT Angkasa Pura I. Direktur Utama Faik Fahmi mengatakan, sejak awal tahun 2019, perusahaan kehilangan potensi pendapatan Rp 300 miliar akibat kenaikan tiket pesawat, yang menurunkan konsumen pesawat hingga 20 persen.

“Jadi penurunan traffic sampai dengan Mei ini ya ke kita itu sekitar 15 hingga 20 persen penurunannya dibandingkan tahun lalu. Dampak terhadap finansial hitungan kita kemarin sampai dengan bulan Mei sekitar Rp 300 miliar dari awal tahun,” ujarnya di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Faik mengatakan, kondisi tersebut tidak membuat kinerja perusahaan dalam menyelesaikan sejumlah proyek menurun. Untuk itu, belum ada rencana mengkaji kembali rencana pengerjaan sejumlab proyek di tahun ini.

“Sejauh ini kita belum ada rencana untuk me-review ya. Jadi yang Rp 300 miliar kan penurunan dari pendapatan aero. Non aero nya kan masih bisa ditingkatkan. Jadi total revenue kita masih bisa kita capai sehingga tidak ada rencana melakukan reschedule kegiatan investasi,” jelasnya.

IMG_20190523_032443

Manajemen Angkasa Pura I sendiri menganggarkan belanja modal atau capex sebesar Rp17,5 triliun tahun ini. Faik Fahmi berharap target belanja modal tersebut dapat tercapai.

“Investasi yang kita lakukan tahun ini Rp17,5 triliun ini kan sangat urgent ya untuk bagaimana kita bisa meningkatkan kapasitas di seluruh bandara yang kita operasikan,” jelasnya.

(jasmine/sumber: merdeka.com/foto: twitter @baliairports).