Angkasa Pura 2

5 Bus Air Bantuan Kemenhub Untuk Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Kini Mangkrak di Sungai Musi

Dermaga KoridorJumat, 24 Mei 2019
IMG-20190524-WA0056

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Lima Bus Air (BA) Bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) dan Pemot Palembang mangkrak dan sekarang diprkir di bantara Sungai Musi, Palembang.

Bus Air itu diserahkan Kemenhub untuk Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 silam. Pengadaan BA tersebut darngan DIPA Kemenhub dan sudah dihibahkan ke Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Pantauan BeritaTrans.com di Palembang, Rabu (22/5/2019) kemarin, sebanyak tiga Bus Air hanya diparkir di dermaga tak jauh dari Stasiun KA Kertapati, Palembang.

Sementara, dua Bus Air lainnya konon diparkir tak jauh dari Jembatan Ampera yang menjadi icon Kota Palembang, Sumsel. Sebanyak 5 bus air bantuan Kemnhub itu sudah lama tidak dioperasikan.

Suharto, seorang warga Kota Palembbangg kepada BeritaTrans.com mengatakan, konon bus air itu tidak dioperasikan karena biayanya mahal, terutama BBM. Bus air itu harus menggunakan BBM jenis Pertalite, bukan solar biasa.

“Karena BBMnya mahal, maka ongkos yang dikenakan ke warga sebagai pengguna juga tinggi. AKhirnya tak laku itu, dan sudah lama lima bus air tidak dioperasikan,” sebut Suharto.

Di sisi lain, menurut Suharto, bus air bantuan Kemenhub itu selain mahal jua kalah cepat dibanding kapal-kapal ekspres yang dioperasikan warga. “Warga Palembang sendiri tentu ingin mencari alat transportasi yang terbaik dan harganya terjangkau,” kikah Suharto.

“Kalau kapal ekspres kecepatannya bisa sampai 40 konts, sedang bus air itu hanya 24-25 konots saja. Akhirnya, warga lebih memilih kapal ekspres milik warga, yang nota bene mampu menjangkau sampai daerag remote,” papar Suharto.

Sementara, Kepala KSOP Palembang Capt. Mugen S. Sartoto saat dikonfirmasi BeritaTrans.com membenarkan tidak beroperasinya lima bus air bantuan Kemenhub itu.

“Memang sudah agak lama bus air di Palembang tidak beroperasi. Konon, penyebabnya biayanya BBM mahal, tarif tinggi sehingga kalah bersaing dengan kapal ekspres warga,” kata dia.

Namun begitu, Capt. Mugen mengaku tidak tahu persis perihal operasional bus air bantuan Kemenhub itu. “Bus air itu sudah dihibahkan ke Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Maka otomatif biaya operasinya ditanggung APBD.” kata dia.

“Pertanyaannya sekarang, apakah APBD sudah mengalokasikan dana operasional itu belum,” tanya Capt. Mugen diplomatis.(helmi)