Angkasa Pura 2

Surati PT KAI, Pasar Bintara Bekasi Jadi Sepi Pembeli Sejak Penutupan Perlintasan

EmplasemenSabtu, 25 Mei 2019
images (1)

BEKASI (BeritaTrans.com) – Pasar Bintara Bekasi Surati KAI Terkait Penutupan Perlintasan Sebidang Cakung.

Unit Pasar Bintara Bekasi Barat, Kota Bekasi telah melayangkan surat kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait penutupan perlintasan kereta api sebidang Stasiun Cakung beberapa waktu lalu.

Pihak pasar berharap ada solusi dari pemerintah pusat karena sejak perlintasan sebidang ditutup, pasar menjadi sepi pembeli yang mayoritas berasal dari warga Pulogebang, Kecamatan Cakung.

“Suratnya belum ada respon, permintaan kami hanya ingin PT. KAI menyediakan jalan untuk sepeda motor atau flyover agar masyarakat Pulogebang mau pun warga Bintara bisa melakukan aktivitas seperti biasa di pasar,” kata Kepala Unit Pasar Bintara Ahmad Supriatna kepala Wartakotalive.com, Sabtu (25/5/2019).

Ahmad mengatakan, sebagai program pemerintah pusat, sebetulnya dia mendukung penutupan itu demi keselamatan masyarakat.

Namun dia berharap, diberikan solusi apalagi penutupannya tidak melibatkan masyarakat terutama pedagang pasar melalui sosialisasi.

“Kita hanya melihat dari spanduk saja, yah seharusnya kita dilibatkan sehingga mereka tahu apa yang kita inginkan dan juga tidak merugikan para pedagang mau pun warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta-Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan, Jumardi mengatakan penutupan perlintasan tersebut merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya kecelakaan tertabrak kereta api yang melintas.

Apalagi frekuensi kereta yang melintas di wilayah setempat lebih tinggi seiring dengan beroperasinya jalur dwiganda atau double-double track (DDT) sejak 12 April lalu.

“Ada perubahan grafik perjalanan kereta api (gapeka) di bulan Oktober nanti, sehingga frekuensi kereta lebih tinggi. Karena itu, demi mendukung keselamatan perjalanan operasional kereta dan masyarakat yang melintas, maka perlintasan sebidang ini ditutup,” kata Jumardi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, perlintasan sebidang kereta api yang ditutup bukan hanya di penjaga jalan lintasan (PJL) 66 Cakung saja, tapi di PJL 52 Pisangan Lama dekat Pasar Enjo, Pulogadung, Jakarta Timur.

Bagi pengendara yang terbiasa melintasi perlintasan ini, sebaiknya beralih ke jalur alternatif atau jembatan layang (flyover) yang dibangun pemerintah seperti di Cipinang bagi pengendara di dekat Pasar Enjo.

“Rencananya flyover (Cakung) akan dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta mulai pertengahan tahun ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, bagi pejalan kaki mereka tidak perlu risau karena tetap bisa menyebrang perlintasan kereta api tersebut.

Sebab Stasiun Cakung dapat digunakan sebagai jembatan penyebrangan orang (JPO) bagi warga Bintara Bekasi maupun Pulogebang Cakung. (faf)

Jalur alternatif :
1. Pengendara dari Bintara Bekasi menuju Pulogebang Jakarta Timur
* Melintasi Jalan I Gusti Ngurah Rai dan berputar balik di Stasiun Buaran – flyover Penggilingan – Jalan Dr. Sumarno – Jalan Sentra Primer – Jalan Cakung Cilincing Timur.

2. Pengendara dari Pulogebang Jakarta Timur menuju Bintara Bekasi
* Melintasi Jalan Stasiun Cakung – Jalan Cakung Cilincing Barat – Jalan Dr. Sumarno – flyover Penggilingan – Jalan I Gusti Ngurah Rai dan berputar balik di Stasiun Buaran menuju Bintara. (dan/sumber tribunnews.com)

loading...