Angkasa Pura 2

Menhub Budi Karya Minta Ditjen KA Dan Manajemen KAI Tindaklanjuti Semua Temuan Saat Rampcheck KA

EmplasemenMinggu, 26 Mei 2019
IMG_20190526_114156

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi mengaku masih ada laporan mengenai fasilitas di stasiun kereta api (KA) yang perlu dibenahi. Kemenhub pun meminta PT KAI serius untuk segera membenahi fasilitas tersebut.

“Saya mendapatkan laporan masih ada beberapa fasilitas baik itu sarana dan prasarana perkeretaapian yang perlu diperbaiki dan dipenuhi kelengkapan persyaratannya sesuai peraturan yang berlaku. Saya meminta jajaran Ditjen Perkeretaapian dan PT KAI agar dapat menindaklanjuti temuan tersebut,” kata Menhub Budi Karya di Stasiun Gambir Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Sebelum Angleb mulai dan mengangkut pemudik, semua temuan saat rampcheck KA harus sudah ditindaklanjuti. “KA yang akan dioperasikan harus dipastikan laik jalan. Jika tidak, maka KA tak divengkatkan. Keselamatan dan keamanan perjalanan harus menjadi prioritas pertama dibandingkan lainnya,” pianta Menhub.

PT KAI sendiri menyiapkan 8.761 personel satpam yang akan menjaga setiap stasiun. Kemudian terdapat pula 1.587 personel bantuan dari TNI dan Polri.

KAI Siapkan Segala Sumber Daya

Sementara, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat dikonfirmasi BeritaTrans.com mengatakan pihak KAI menyiapkan segala sumber daya demi melayani konsumen secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia (SDM), sarana, prasarana, dan hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan.

“Selama masa angkutan Lebaran 2019 tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” kata Edi usai Apel Siaga Angleb di Stasiun Gambir, Minggu.

Data KAI menurut Edi, selain sumber daya, pihaknya melalui Daop 8 juga terus meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan dan menyiagakan 175 petugas ekstra guna memastikan keandalan jalur rel kereta api di 4 titik strategis diantaranya di Bangil, Mojokerto, Wlingi, dan Babat.

“Para petugas ekstra tersebut diantaranya petugas penjaga perlintasan KA sebidang 119 orang, petugas pemeriksa jalur sebanyak 37 orang, dan 19 tenaga untuk menjaga daerah rawan. Selain itu, tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rinja (rintang jalan) atau KKA (kecelakaan kereta api),” terangnya.

Untuk keamanan, PT KAI telah menyiapkan sebanyak 163 tenaga Polsuka yang akan menjaga di atas sejumlah KA dan stasiun. Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu pengamanan selama arus mudik Lebaran.(helmi)

loading...