Angkasa Pura 2

Jelang Angkutan Lebaran, Kru Kapal Di Danau Toba Dites Urine

DermagaSenin, 27 Mei 2019
IMG-20190527-WA0000

SIMALUNGUN (BeritaTrans.com) – Jelang Idul Fitri 1440 H petugas gabungan dari Polres Simalungun, BNN Kabupaten Simalungun, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun melakukan tes urine awak kapal motor (KM) yang beroperasi di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Tes urine dilaksanakan di Dermaga Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, pada 25 Mei 2019. Awak kapal yang dites urine antara lain, KM Marsada Holong dan KMP Sumut I.

Terhadap Nakhoda KM Marsada Holong, Jayan Simarmata (30) warga Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. dan dua anak buah kapal (ABK), Rudianto Sianturi (41), warga Labuhan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Rinaldo Sihaloho (18), warga Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Kemudian nakhoda KMP Sumut I GT 206 No 1228/PPa, Lukman Sianipar (23) warga Dusun III, Kecamatan Tanjung Beringun, Kabupaten Serdang Bedagai dan Prastiawan (28) yang bertugas di bagian mesin, warga Jalan Bangun Purba, Kelurahan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.

Razia tes urine dilakukan atas adanya Surat Perintah Nomor : Sprint / 915 / V / 2019 tanggal 24 Mei 2019, tentang Razia Dalam Rangka Kalender Kamtibmas. Dari hasil tes urine itu semua nahkoda dan anak buah kapal negatif narkoba.

KBO Narkoba Polres Simalungun Iptu J Sidabutar membenarkan adanya pemeriksaan kepada beberapa nahkoda maupun awak kapal di Tigaras.

“Tes urine kita laksanakan untuk cipta kondisi Ramadan. Itu rutin dilakukan setiap tahunnya dan di hari-hari besar lainnya,” katanya.

Sertifikat Layak Operasi

Sebelumnya Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut Putu Sumarjaya di Terminal Sosor Saba, Parapat, Kabupaten Simalungun menyerahkan sebanyak 20 sertikat tanda layak beroperasi Kapal Motor di Kawasan Danau Toba.

Sertifikat tahap pertama tersebut merupakan Surat Ukur Kapal yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran Sumut dan penerbitan sertifikat ini sebagai upaya mencegah terjadinya masalah transportasi di kawasan Danau Toba, salah satunya tragedi KM Sinar Bangun yang menimbulkan ratusan korban jiwa.

Keamanan berlayar kapal motor angkutan massal menjadi perhatian penting di mata pemerintah. Sejauh ini ada 153 kapal tradisional diperiksa tetapi yang dinyatakan layak sesuai standar baru 20 unit. Bagi pengusaha kapal lainnya didorong untuk segera mempersiapkan kelengkapannya.

Putu juga mengimbau, semua pengusaha kapal jelang liburan lebaran agar melengkapi manifest dan life jacket. Life jacket juga dihimbau agar dipakai sebelum keberangkatan kapal. Ada pun tolak ukur kelayakan kapal bermotor beroperasi dinilai dari kelengkapan surat-surat, masing masing kapal harus memiliki 125 persen life jacket dari jumlah kursi ditambah 10 persen untuk anak anak. Harapannya, kejadian seperti Sinar Bangun jangan sampai terjadi lagi di Danau Toba.

Kepala Bidang Penindakan dan Sertifikasi Kesyahbandaran Utama Belawan, Rajuman Sibarani mengatakan, sebenarnya jumlah kapal motor mencapai 300 unit. Sayangnya, kesadaran pengusaha belum begitu tinggi. Terbukti, sampai sekarang baru satu pengusaha yang memegang sertifikat kelayakan kapalnya beroperasi.

“Pak Sianturi dari Muara Tapanuli Utara satu satunya pemilik izin laik berlayar di Danau Toba. Beliau bahkan inisiatif sendiri untuk datang mengurus semua surat suratnya dan selalu aktif berkultasi ke kami di Provinsi. Kiranya beliau jadi contoh bagi pengusaha lainnya,” kata Rajuman.

loading...