Angkasa Pura 2

Selain Aspek Keselamatan, Keamanan Transportasi Juga Harus Ditingkatkan

Koridor SDMSenin, 27 Mei 2019
IMG_20190115_064101

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perlu ada pembedaan yang jelas antara laik jalan dengan keselamatan. Laik jalan itu wajib menggunakan alat uji, sedangkan standar keselamatan beruang lingkup berfungsinya peralatan keselamatan. Mereka itu seperti lampu, Eiger, alat pemecah kaca, safety belt, berfungsinya speedometer, dan kondisi ban (WAG AIPTINDO).

Demikian disampaikan Direktur Instrans dan pengamat transportasi Darmaningtyas kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Aturan mengenai keselamatan ini hars ditingkatkan, apalagi menjelang arus mudik Lebaran 2019. Semua armada angkutan umum, termasuk untuk mudik gratis harus dipastikan daam kondisi baik dan laik jalan.

Dikatakan Tyas, sapaan arab dia, bila data hasil ramp check dan mudik gratis yang beredar di sejumlah WAG bernar, tentu kita amat prihatin. Sementara, selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 akan ada ribuan orang menggunakan moda angkutan umum, termasuk di matra darat.

“Pasalnya, dari total 1959 unit bus yang dinyatakan laik jalan hanya 725 unit, sedangkan 1.234 unit dinyatakan tidak lain (WAG AIPTINDO),” jelas Pamong Perguruan Taman Siswa itu lagi.

Menurutnya, aspek keamanan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak kalah penting. Keamanan di sini lebih terkait dengan masalah kriminalitas yang terjadi pada saat arus mudik/balik.

“Aspek keamanan ini terutama rawan terjadi di lokasi-lokasi strategis, seperti stasiun dan terminal. Hanya saja, dalam waktu lima tahun terakhir kriminalitas di stasiun saat musik mudik/balik Lebaran tidak pernah terdengar,” papar Tyas.

Tapi di terminal-terminal kita, kilah Tyas menambahkan, masih sering terjadi berupa pencopetan, pembiusan, atau penipuan. Momen angkutan Lebaran bisa menjadi ajang oknum tertentu untu berbuat jahat. Oleh karenanya, harus diantisipasi dengan baik oleh pemudik.

“Saatnya ke depan aspek keselamatan di terminal-terminal Tipe A di wilayah Jabodetabek perlu menjadi fokus perhatian BPTJ dalam penyelenggaraan angkutan mudik/balik Lebaran,” tandas Tyas.(helmi)

loading...