Angkasa Pura 2

Pemerintah Terus Upayakan Tekan Korban Laka Lantas Saat Mudik Lebaran

Aksi Polisi KoridorSelasa, 28 Mei 2019
Mudik Gratis Sepeda Motor - kapal Laut

ARUS MUDIK MOTOR

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan data Korlantas Polri, kasus kecelakaan semasa mudik masih didominasi sepeda motor. Tahun 2017 tercatat 2.731 kecelakaan sepeda motor. Pada 2018, jumlahnya menurun menjadi 1.666 kecelakaan.

“Hal ini seiring dengan bertambahnya kuota mudik gratis sepeda motor,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Upaya menurunkan angka kecelakaan terus dikakukan, trutama untuk menghindari penggunaan sepeda motr untuk mudik. Oleh karenanya, Pemerintah/ Kemenhub menyiapakn fasilutats mudik gratis dengan ebrbagai mdoa, truk, KA, kapal laut dn kapal roro.

Tapi sayang, kata Djoko, minat mudik gratis menggunakan kapal laut lebih rendah ketimbang mudik gratis sepeda motor dengan KA dan truk.

Oleh karenanya, menurut Djoko, perlu dihimbau agar pemudik motor yang ke Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur memanfaatkan kapal laut.

“Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, melanjutkan perjalanan bisa lebih pendek dan waktu istirahat bisa lebih lama,” kilah Djoko.

Total kuota mudik gratis sepeda motor untuk 4.000 sepeda motor dengan 8.000 penumpang. Kapasitas per kapal 2.000 penumpang.

Tata cara bersepeda motor sudah diatur pada pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Angkutan Jalan. “Sopan di jalan bisa selamat sampai tujuan,” papar Djoko lagi.

Butuh Lancar dan Selamat

Sementara, pengamat transportasi dari Instran Darmaningtyas juga mengatakan, kebutuhan masyarakat tidak hanya perjalanan yang lancar saja, melainkan juga keselamatan pada saat mudik/balik. Sebab percuma saja mudik lancar kalau tidak selamat.

“Jadi mudik selamat merupakan kebutuhan utama semua pihak. Memang kalau kita melihat data kecelakaan pada setiap arus mudik/balik, pada arus mudik/balik Lebaran 2018 terjadi penurunan angka meninggal dunia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kilah Tyas, sapaan akrab dia menjawab BeritaTrans.com.

Bila kita bandingkan dengan data laka harian, menurut Tyas, maka jumlah laka pada saat arus mudik/balik Lebaran sebetulnya lebih rendah dibandingkan dengan data laka harian.

“Hanya saja, karena mudik Lebaran itu dimaksudkan untuk melakukan silaturakhim dengan orang tua atau keluarga di kampong, maka kalau sampai tidak selamat, tujuan silaturakhim tersebut tidak tercapai,” sebut Tyas lagi.

Keselamatan, menurut Pamong Perguruan Taman Siswa itu, terutama yang menjadi fokus perhatian Kementerian Perhubungan, termasuk di dalamnya ada BPTJ adalah keselamatan penumpang angkutan umum, terutama bus-bus (AKAP maupun wisata) yang dipakai untuk mengagkut arus mudik.

“Keselamatan angkutan umum amat erat kaitannya dengan infrastruktur (jalan), sarana (kelaikan kendaraan dan rambu), serta manusia (pengemudi). Ketiganya saling terkait, tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya. Sayang, masalah kelaikan kendaraan sering menjadi kendala,” tegas Tyas.(helmi)

loading...