Angkasa Pura 2

Kemenhub Gandeng Kemenkes dan Bank Mandiri Tingkatkan Kualitas Pelayanan di Terminal Bus Tirtonadi

Ekonomi & Bisnis KoridorRabu, 29 Mei 2019
IMG-20190530-WA0001

IMG-20190530-WA0002

SOLO (beritaTrans.com) – Guna meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan di Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur baik sarana maupun prasarana.

Salah satu perwujudan peningkatan infrastruktur transportasi, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan PT. Mandiri (Persero) Tbk untuk melakukan penataan fasilitas umum di Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo. Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk penyerahan bantuan penataan fasilitas umum dari PT. Mandiri (Persero) Tbk kepada Kementerian Perhubungan sejumlah Rp1 miliar yang digunakan untuk penataan 155 (seratus lima puluh lima) kios dan gapura selamat datang di lingkungan terminal.

“Suatu kehormatan bagi kami Kemenhub, bisa bersama-sama dengan Kemenkes, Bank Mandiri dan Unilever untuk bekerja bersinergi dalam rangka membangun suatu pelayanan yang terintegrasi. Berkaitan dengan ini Bank Mandiri semoga makin gencar untuk bisa melakukan kerjasama dengan kami. Karena memang dengan hadirnya BUMN untuk negeri ini memberikan warna yang lebih semarak dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam acara Launching Program Percontohan Nasional Terminal Sehat dan Peresmian Hasil Penataan Fasilitas Umum Terminal Tirtonadi Solo, Rabu (29/5/2019).

Upaya peningkatan kualitas pelayanan juga dilakukan melalui Program Menuju Terminal Sehat dengan melakukan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Perhubungan dimana Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo menjadi terminal percontohan nasional menuju terminal sehat. Bentuk kerjasama ini berupa pemasangan stiker tanda keamanan pangan dari Kementerian Kesehatan pada 150 gerai makanan yang telah memenuhi standar kesehatan dan pemasangan tempat cuci tangan, wastafel dan pengering masing-masing sebanyak 55 buah.

“Kalau di bandara dan pelabuhan ada namanya kesehatan pelabuhan, tentunya suatu hal yang logis kalau pelayanan angkutan jalan juga dilengkapi hal yang demikian. Kami menunggu percepatan Kemenkes untuk melengkapi, barangkali nanti akan ada juga di stasiun dan pelabuhan-pelabuhan penyeberangan. Dengan demikian tentu masyarakat akan menjadi lebih nyaman dalam melakukan perjalanan, apalagi transportasi dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar,” tutur Sesjen Djoko.

Harapannya dengan kerjasama ini, selain meingkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan di terminal namun juga mewujudkan salah satu mimpi Kementerian Perhubungan untuk membangun “Terminal Rasa Bandara”.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Sesjen, terminal sebagaimana bandara ini dibangun dengan tiga zona yang memberikan layanan sebagaimana dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga hal ini mampu merubah persepsi dan cara pandang masyarakat akan keberadaan dan fungsi terminal.(helmi)

loading...