Angkasa Pura 2

Budaya dan Wisata Belanja Bali Jadi Magnet Buat Wisatawan Vietnam

DestinasiKamis, 30 Mei 2019

IMG-20190529-WA0158
DENPASAR (beritatrans.com) – Vietjet Air sudah resmi meluncurkan direct flight Ho Chi Minh – Denpasar, Rabu (29/5). Buat masyarakat Vietnam, Bali memang menggoda. Terutama karena keindahan budaya. Bali juga nyaman untuk shopping.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani saat Gala Dinner Inaugural Flight Vietjet Air. 

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietjet Air atas penerbangan perdana dari Ho Chi Minh ke Denpasar. Saya benar-benar yakin rute akan saling menguntungkan. Pertama tentu dapat meningkatkan arus kedatangan pengunjung internasional dari Vietnam ke Bali. Juga sebaliknya, kedatangan pengunjung internasional dari Indonesia ke Ho Chi Minh,” papar Rizki Handayani mengawali sambutannya, Rabu (29/5).

Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membuat Vietnam dan Indonesia menjadi lebih terhubung. Apresiasi diberikan kepada Duta Besar Indonesia dan Vietnam, Konsul Jenderal Indonesia di Ho Chi Minh, Kementerian Perhubungan Indonesia, Angkasa Pura I, dan tentu saja Vietjet Air.

Rizki pun meyakinkan jika keputusan Vietjet Air membuka rute ini tidak salah. Sebab, Bali adalah destinasi kelas dunia. Bali adalah destinasi terbaik di dunia berdasarkan TripAdvisor Travellers Choice 2018. 

“Pengelolaan pariwisata Bali sangat baik. Pariwisata Vietnam juga luar biasa. Tapi jelas berbeda dengan Bali. Secara budaya, Bali sangat keren. Namun, wisatawan juga bisa melakukan wisata shopping. Kulinernya juga tidak kalah. Makanya banyak wisatawan yang ingin datang ke Bali. Dan Ini keunggulan Bali yang tentunya dibalut dengan keramahan masyarakatnya,” papar Rizki, diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Namun, Rizki mengingatkan jika Indonesia memiliki destinasi lain yang tak kalah indah. Yang disebut sebagai 10 Bali Baru.

“Banyak pengakuan kelas dunia untuk Bali. Hal ini menjadi alasan kenapa banyak maskapai ingin membuka rute baru ke Denpasar. Namun, saya ingin  memberitahu jika Pemerintah Indonesia sekarang sedang fokus mengembangkan 10 Bali Baru di seluruh Indonesia,” terang wanita yang akrab disapa Kiki itu.

10 Bali Baru itu adalah Danau Toba di Sumatera Utara; Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung; Tanjung Lesung di Banten; Kepulauan Seribu di Jakarta; Borobudur di Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur; Mandalika di Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur; Wakatobi di Sulawesi Tenggara; dan Morotai di Maluku Utara. 

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, menilai Bali akan mendapat dampak positif. Ibnu Hadi juga menyampaikan alasannya. 

“Saat ini, kondisi ekonomi masyarakat Vietnam sedang meningkat. Di sana anyak orang kaya baru yang hobinya travelling. Bali jelas bisa menjadi tujuan mereka. Apalagi Bali dikenal mampu memanjakan wisatawan dengan nature, culture dan manmade-nya. Keramahan masyarakat dan kuliner Bali juga sudah mendunia,” katanya.

Buat wisatawan Vietnam, Bali masih menjadi destinasi favorit. Buktinya, tahun 2018 kunjungan wisatawan Vietnam ke Bali mencapai 20.847 orang. 

Untuk melayani rute Ho Chi Minh City-Denpasar, Vietjet akan menggunakan pesawat Airbus A320. Kapasitas angkutnya 180 tempat duduk. Vietjet juga menawarkan beragam promo menarik. Sepanjang 1 Juni-31 Juli ada hadiah khusus. Melalui program “12pm, it’s time to Vietjet!” ada banyak tiket gratis USD0 yang dibagikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memberikan apresiasinya untuk kehadiran Vietjet di Bali. Mantan Dirut PT Telkom itu yakin rute ini akan berdampak positif untuk kedua belah pihak.

“Kehadiran Vietjet tentu sangat luar biasa. Rute baru Ho Chi Minh-Denpasar akan tumbuh jadi bisnis menjanjikan. Vietjet dan semua pelaku parwisata yang terlibat akan mendapatkan value ekonomi yang besar. Sekali lagi selamat datang di Bali dan sukses untuk poros baru Ho Chi Minh-Denpasar ini,” tutur Menpar Terbaik Asia Pasifik itu. 

Menteri lulusan Jurusan Telematika University of Surrey Inggris itu yakin Vietjet akan diuntungkan secara bisnis. 

“Karena kunjungan ke Bali sangat tinggi. Selain itu, mereka juga bisa melakukan pengembangan. Karena Indonesia memiliki banyak destinasi indah. Destinasi yang tergabung dalam 10 Bali Baru,” papar Menpar Arief Yahya. (Alma)

loading...