Angkasa Pura 2

Menhub Budi Karya Imbau Pemudik Optimalkan Jalan Arteri Jawa Untuk Hindari Kepadatan Lalu Lintas di Tol TransJawa

KoridorJumat, 31 Mei 2019
WhatsApp Image 2019-05-29 at 13.46.30 (1)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jalur selatan Jawa dan Jalur Pantura Jawa mulai Jawa Barat-Jawa Tengah,DIY sampai Jawa Timur bisa menjadi alternatif yang baik untuk dilewati pemudik untuk menghindari kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2019. Karena kondisi dipastikan siap untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Optimalisasi jala arteri nasional, terutama di jalur lintas selatan Jawa bisa menjadi satu startegi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di tol TransJawa.

“Masyarakat jangan semua terpaku mudik melalui jalan tol. Jalan arteri nasional juga sangat bagus dan laik jalan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, JUmat (31/5/2019).

Fakta dan hasil pemantauan Posko Angkutan Lebaran Nasional 2019, sepanjang hari Kamis (30/5/2019) jalur tol Jakarta-Cikampek diwarnai kemacetan panjang. Akibatnya, one way diberlakukan satu jam lebih cepat, yaitu jam 08.00 WIB.

Langkah tersebut diambil Pemerintah untuk mengurai kepadatan lalu lintas khususnya di ruas tol Jakarta-Cikampek bahkan TransJawa ke arah timur, sampai ke arah Jawa Timur.

Arus kendaraan roda empat dan bus AKAP termasuk mudik bersama BUMN sudah memadati ruas tol TransJawa sejak pagi sampai petang. Bahkan, kepadatan meluas samai ruas jaan Pantura Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Menhub Budi Karya dan rombongan telah meninjau Simpang Nagreg, dan Limbangan Jawa Barat. Jaan tersebut kondisi sangat baik, dan bisa menjadi alternatf pemudik agar tak terjadi kemacetan di ruas tol TransJawa.

“Jalur selatan ini menjadi favorit dan bisa menjadi alternatif bagi pemudik. Jadi orang jangan hanya menggunakan jalan tol saja. Oleh karenanya kami melihat ini supaya memastikan jalan selatan ini berjalan dengan baik dan jalur selatan telah siap untuk menghadapi arus mudik dan balik tahun ini,” ujar Menhub.

Sebelumnya Menhub menyampaikan bahwa, jalur selatan Jawa seperti Nagreg, Tasikmalaya, dan Garut, diprediksi akan lebih lengang daripada jalur yang lain, selain itu, dengan pemandangan yang indah dan banyak tempat pariwisata bisa menjadi pilihan jalur yang menyenangkan bagi pemudik.

Menhub mengatakan prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 30-31 Mei 2019. Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019, jalur Bandung-Nagreg-Tasikmalaya adalah salah satu jalur yang terkena dampak pembatasan ini.

“Kita memang akan melakukan pelarangan kendaraan berat kecuali truk yang mengangkut sembako mulai tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019,” tandas Menhub Budi Karya.(helmi)

loading...