Angkasa Pura 2

Jelang Arus Balik Lebaran, Menhub Imbau Tak Berhenti di Bahu Jalan dan Gunakan Angkutan Umum Yang Laik Jalan

KoridorKamis, 6 Juni 2019
IMG-20190606-WA0000

IMG-20190606-WA0001

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi mengimbau agar masyarakat pemudik tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berhenti kecuali dalam kondisi darurat. Imbauan ini disampaikan guna menghindari kamecatan panjang terutama di sekitar rest area tol, karena banyak pemudik yang berhenti di rest area atau beberapa titik di bahu jalan.

“Pemudik yang ingin beristirahat agar dapat memilih alternatif tempat istirahat yang lain, keluar dari tol dan singgah beristirahat di kota-kota yang dilalui,” kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Imbauan itu disampaikan Menhub Budi Karya untuk menghindari kemacetan lalu lintas menjelang arus balik Lebran 2019, terutama di dalam ruas tol akibat penumpukan kendaraan di dalam rest area.

Pengalaman saat arus mudk Lebaran 2019, bahkan beerapa tahun sebelumnya rest area jalan tol menjadi sumber kemacetan baru. Hal itudipicu oleh banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan sebelum atau sesudah reat area, karena memang kapasitas tidak memadahi. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang menjelang rest area.

IMG-20190606-WA0003

Angkutan Umum Laik Jalan

Lanjutnya pada kesempatan itu Menhub Budi Karya juga kembali menghimbau masyarakat yang akan menggunakan angkutan bus agar memilih bus yang telah lulus uji kelaikan. Semua itu perlu dilakukan guna meningkatkan keselamatan transportasi khususnya menjelang arus balik Lebaran 2019 ini.

Terkait (hindari potensi kecelakaan) di jalan raya tersebut, Menhub dengan tegas meminta kepada Kepolisian untuk menindak langsung bus yang tidak laik jalan namun tetap beroperasi.

“Penumpang kalau lihat bus mesti ada sticker (lulus) ramp checknya. Kalau tidak ada, saya minta tolong kepada Polisi ditilang saja dan jangan boleh jalan,” tegas Menhub Budi.

Selanjutnya, Menhub meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Kepolisian di daerah untuk mengawasi jalur-jalur perlintasan yang bisa dilalui bus. Semua bus angkitan umum (AKAP/AKDP) harus dipastikan melintasi di jalan yang telah ditentukan sesuai trayek masing-masing.

Menhub Budi Karya menegaskan jangan sampai jalur yang bukan diperuntukkan bus dipaksakan dilewati bus karena bisa mengakibatkan kecelakaan atau dampak negatif lain yang bisa ditimbulkan.(helmi)

loading...