Angkasa Pura 2

Masa Lebaran, Kelaikan Kendaraan Harus Dijaga Demi Keselamatan Transportasi

Koridor OtomotifKamis, 6 Juni 2019
FB_IMG_1559776410587

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masa lburan Lebaran 2019 masih berjalan. Kini banyak warga bersilaturahmi ke sanak family dan keluarga, ada pula yang berkunjung ke berbagai objek wisata di Tanah Air.

Tapi ingat, kelaikan kendaraan Anda harus tetap dijaga, demi keselamatan perjalanan bersama keluarga. Jangan lupa memeriksa kondisi badan saat berkendara.

“Pengemudi kendaraan harus benar-benar dalam keadaan sehat dan memiliki tingkat konsentrasi yang bagus. Apalagi jika menempuh perjalanan jauh dan mengangkut banyak penumpang,” sebut @kemenhub151 dan @Ditjen Hubdat.

Ketentuan tentang waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian pengemudi adalah 4 jam. Kemudian mereka harus istirahat, minimal 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan lagi, atau ganti pengemudi cadangan. Dengan begitu, mereka tetap fokus bekerja dengan standar keselamatan yang optimal.

Masalah ini diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 90 dengan jelas menyebutkan, “Setiap pengemudi harus menjaga konsentrasi dalam berkendara. Sehingga pengemudi kendaraan bermotor umum diberi waktu kerja paling lama 8 jam sehari. Pengendar yang telah mengemudi selama 4 jam berturut-turut, harus beristirahat paling singkat selama setengah jam.”

Jika pengemudi sudah merasa lelah saat berkendaraan, jangan ragu untuk istirahat terlebih dahulu.

Tiga Pilar Keselamatan

Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono berpesan, pilar keselamatan itu ada tiga, yaitu jujur (termasuk pada diri sendiri).Seorang [engemudi kalau sudah ngantauk atau kurang fit, harus sadar dan tidak memaksakan melanjutkan perjalanan.

Pila kedua, disiplin. Maksudnya, disilin, taat dan patuh pada aturan dan ketentuan keselamatan. Mengemudi dengan baik, sesuai petunjukan dan aturan baku dari pabrikan, sehingga kendaraan yang dikemudian berjalan aman dan selamat.

Yang ketiga, menurut Soerjanto, adalah profesional. Artinya, pengemudi yang selamat harus profesional mengemudikan kendaraan sesuai jenis dan ukurannya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan kepelmilikan SIM dari instansi berwenangan, sesuai jenis dan ukuran kendaraan yang dikemudikan.

“JIka tiga pilar keselamatan itu bisa ditegakkan, kita optimis keselamatan transportasi akan bisa diwujudkan. Ingat, keselamatan harus menjadi yang utama dibandingkan aspek lainnya,” tegas Soerjanto.(helmi)

loading...