Angkasa Pura 2

Tiket Pesawat Udara Naik, Tak Ada Shifting ke Moda Transportasi Darat

Kokpit KoridorKamis, 6 Juni 2019
FB_IMG_1559786845846

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Harga ticket pesawat di Indonesia mahal, begitu kata penumpang Yang mau mudik. Menbu Budi Karya bilang, itu memang by design, agar penumpang pesawat pindah Ke moda Transportasi darat dan Kereta Api serta Laut.

“Presiden Jokowi sebagai response keluhan penumpang minta agar dibuka persaingan pada Rute domestik melalui izin Operasi maskapai Asing,” kata pengamat penerbangan yang juga mantan Menhub Jusman Syafei Djamal di Jakarta.

Menurutnya, kini timbul soal harga naik ini karena demand lebih tinggi dari supply atau karena sebab lainnya.

Dikatakan, dari jumlah kursi Yang tersedia oleh Armada Garuda, Citilink, Sriwijaya dan Lion Air Grup serta Indonesian Air Asia terlihat supply tempat duduk lebih tinggi dari demand.

“Dengan kata lain tambahan tempat duduk Yang disediakan maskapai penerbangan Asing jika diizinkan mungkin bukan solusi,” jelas Jusman lagi.

“Harga tinggi justru menunjukkan animo masyarakat untuk bepergian melalui udara turun. Hari kedua sebelum lebaran penumpang pesawat turun 30% dibanding hari yang sama setahun lalu, Lebaran 2018,” papar putra Aceh itu.

“Angkutan darat juga tidak naik di atas 25%. Artinya, tidak ada shifting dari udara ke transportasi darat. Sebab ongkos dan biaya tol juga tidak murah. Lagi pula yang diperlukan jembatan udara. Lintas pulau menyeberangi lautan,” sebut Jusman mantap.

Yang muncul kemudian, menurut Jusman justru “draw back”. Maskapai Nasional bisa makin terpuruk dan bangkrut.

Padahal dalam UU No 1/2009 Penerbangan dikatakan dengan terang benderang prinsip dan azas cabotage sebagai fondasi tata kelola Airline di Indonesia.

“Kita mengikuti tata kelola Uni Eropa, Tiongkok dan Amerika Serikat Yang menyatakan pasar domestik atau rute domestik tertutup Bagi maskapai penerbangan berbendera Asing,” kilah @Jusman lebih lanjut.

“Dengan kata lain melalui proteksi UU No 1/2009 Penerbangan tentang azas cabotage, maskapai berbendera Asing seperti china airlines , china southern, Singapore Airline, Scoot, Thai Airways, Malaysian Airline tidak boleh angkut penumpang rute domestik Jakarta-Denpasar ataupun Jakarta-Medan dan Jakarta Makasar. Apalagi Jakarta Sorong,” tandas Jusman lagi.(helmi)