Angkasa Pura 2

Ketepatan Waktu Terbang Mudik Lebaran Rata-Rata 84 Persen

Bandara KokpitJumat, 7 Juni 2019
[foto oleh Daniel Andhika] Lion Air Boeing 737-900ER

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP) selama angkutan mudik Lebaran dari data yang dihimpun, hasilnya tinggi dengan rata-rata sebesar 84,82%

Setelah dua hari merayakan libur hari raya Idul Fitri, hari ini sebagian masyarakat sudah ada yang mulai perjalanan balik ke tempat tinggalnya masing-masing dengan berbagai moda transportasi, termasuk transportasi udara. Bandara, maskapai, groundhandling, Airnav Indonesia mulai sibuk lagi melayani penumpang dan lalu lintas penerbangan.

Selaku regulator penerbangan, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti meminta stakeholder dan masyarakat untuk tetap mempertahankan keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan seperti pada periode mudik lebaran.

“Alhamdulillah dalam periode mudik kemarin, perjalanan dengan transportasi udara berjalan dengan lancar. Ketepatan Waktu Penerbangan di 36 bandara yang dipantau, untuk rute dalam negeri dilaporkan 12 maskapai hingga 6 Juni rata-rata sebesar 84,82%,” ujar Polana di Jakarta, Jumat (7/6/2019).

Dari perkiraan awal, puncak balik lebaran dengan pesawat diprediksi pada Minggu-Senin pagi (9-10/ 6/ 2019). Moda transportasi udara yang bersifat cepat membuat masyarakat bisa melakukan perjalanan mendekati hari kerja yaitu hari Senin, namun sudah dimulai hari ini.

“Pada puncak arus balik, akan ada lonjakan penumpang. Para stakeholder jangan sampai lengah dan harus tetap menjalankan tugasnya sesuai standar dan prosedur operasi (SOP) yang sudah ditetapkan. Tidak ada kompromi untuk keselamatan dan keamanan,” ungkapnya.

Kepada masyarakat, Polana mengharapkan juga turut berpartisipasi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan penerbangan.

“Masyarakat bisa memanfaatkan posko angkutan Lebaran yang ada di tiap bandara jika membutuhkan pertolongan. Posko tersebut terhubung dengan posko pusat di Jakarta. Dan kami juga selalu memantau situasi di lapangan. Jadi masyarakat jangan ragu untuk melapor ke posko jika memerlukan bantuan,” pungkas Polana. (omy)

loading...