Angkasa Pura 2

Menjadi Pemudik Cerdas dan Manfaatkan Rest Area Dengan Baik

Koridor SDMMinggu, 9 Juni 2019
IMG-20190609-WA0008

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Setip pemudik khususnya pada masa Lebaran 2019, hendaknya setiap pemudik bisa mengukur kemampuan badannya saat lelah dan memilih keluar gerbang tol untuk beristirahat sejenak, sampai kondisi badan kembali prima.

Langkah itu lebih baik demi kenyamanan dan keselamatan pemudik serta pengguna jalan lainnya. “Jangan paksakan diri tetap jalan jika sudah lelah, ngantuk atau gangguan fisik dan atau psikhis lainnya,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com, Minggu.

Beberapa hari ini, lanjut dia, cukup banyak perbincangan rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau sering disebut rest area. Pasalnya, sejak jalan Tol Trans Jawa terhubung, kemacetan laku lintas beralih dari jalan non tol seperi pantura ke jalan tol.

Sebaliknya, menurut Djoko, volume kendaraan yang melintas di jalan pantura saat mudik tahun ini ada penurunan kisaran 10% – 15% (Posko Lebaran Kota Tegal).

Dikatakan, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) adalah suatu tempat istirahat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum bagi pengguna jalan tol, sehingga baik bagi pengemudi, penumpang, maupun kendaraannya dapat beristirahat untuk sementara.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/PRT/M/2018 mengatur Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol. “Ada tiga tipe TIP, yaitu TIP Tipe A, TIP Tipe B dan TIP Tipe C,” jelas Djoko lagi..

TIP tipe A paling sedikit dilengkapi fasilitas umum, seperti Ajung Tunai Mandiri (ada fasilitas isi ulang kartu tol), toilet, klinik kesehatan, bengkel, warung atau kios, minimarket, mushola, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana tempat parkir. Luas minimal 6 ha dengan lebar minimal 150 meter.

TIP tipe B, terang Djoko, minimal ada fasilitas umum, seperti Ajung Tunai Mandiri (ada fasilitas isi ulang kartu tol), toilet, klinik, minimarket, mushola, restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana tempat parkir. Luas minimal 3 ha dan lebar minimal 100 meter.

TIP tipe C, mininal diengkapi fasilitas umum, meliputi toilet, warung atau kios, mushola, dan sarana tempat parkir yang bersifat sementara. Luas paling sedikit 2.500 meter persegi dan lebar minimal 25 meter.

TIP tipe C hanya dioperasikan pada masa libur panjang, libur lebaran/natal,dan tahun baru. “Namun, TIP wajib dilengkapi dengan fasilitas untuk kemudahan bagi sahabat disabilitas,” urai Djoko.

Sementara, dia menambahkan, TIP tipe A yang berada pada ruas jalan tol antar kota dapat dilengkapi fasilitas inap.(helmi)

loading...