Angkasa Pura 2

Tinjau Pelabuhan Ambon, Sahli Kemenhub Ingatkan 3S+1C

DermagaMinggu, 9 Juni 2019
IMG-20190609-WA0012

IMG-20190609-WA0011

AMBON (BeritaTrans.com) – Tim khusus Kementerian Perhubungan yang dipimpin Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi memperingatkan operator kapal untuk mengutamakan safety, security, services, dan complay (3s+1c).

Selain itu juga mematuhi larangan berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan bila terjadi cuaca buruk. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Sabtu (8/6/2019).

“Kita tidak bisa menyalahkan takdir atau yang Maha Kuasa jika terjadi musibah kapal tenggelam karena cuaca buruk. Karena kita bisa mencegahnya ketika cuaca tidak memungkinkan untuk kapal berangkat, maka kita bisa tunda atau larang kapal untuk berangkat dan operator kapal harus mematuhi itu,” jelas Cris.

Kemenhub melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dituturkannya, secara aktif terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mempunyai informasi terkini kondisi cuaca.

Hal itu sebagai dasar untuk membuat Maklumat Pelayaran berupa pelarangan kapal untuk berlayar serta tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) selama cuaca tidak bersahabat.

IMG-20190609-WA0010

“Bila terdapat kejadian kapal tetap berlayar dalam kondisi yang buruk, pihaknya akan memberikan sanksi kepada operator kapal sesuai ketentuan yang berlaku. Begitupun jika ada kelalaian dari KSOP, akan diambil tindakan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap dia.

Cuaca di sekitar perairan Ambon, Maluku akhir-akhir ini kurang bersahabat sehingga beberapa kali Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ambon mengeluarkan peringatan dini agar kapal-kapal menunda keberangkatannya.

Sempat terjadi keterlambatan sandar kapal Tidar karena pemberangkatan dari pelabuhan asal ditunda sehubungan cuaca ekstrim (gelombang tinggi). Kapal Tidar baru sandar pukul 20.00 WIT dari jadwal yang seharusnya tiba pukul 14.00 WIT. Namun, calon penumpang cukup pengertian untuk menunggu.

“Secara umum pelayanan dan ketersediaan kapal pada pelayanan Angkutan Lebaran di Ambon lebih baik dibandingkan tahun lalu dan dilaporkan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar enam persen dibandingkan tahun lalu,” imbuh Cris.

Cris juga menyempatkan bincang dengan para penumpang sembari mensosialisasi singkat pentingnya keselamatan pelayaran dan jangan jengkel bila kapal tak kunjung berangkat, karena terkait kondisi cuaca. (omy)

loading...