Angkasa Pura 2

Destinasi Digital Pasar Inis Jadi Pilihan Isi Libur Lebaran Purworejo

DestinasiSenin, 10 Juni 2019

IMG-20190609-WA0064
PURWOREJO (beritatrans.com) – Destinasi digital Pasar Inis sukses mencuri perhatian di libur Lebaran tahun ini. Destinasi yang berada di Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dipenuhi pengunjung. 

Pasar Inis terlihat unik, alami dan tradisional. Sebab, lokasinya berada di area persawahan. Dan propertinya terbuat dari jerami, kayu dan bambu. Serta tradisional karena yang disajikan adalah menu tradisional.

Dengan konsep inilah ternyata telah menyedot ratusan pengunjung tiap minggunya setidaknya menjadi pemasukan lebih bagi pedagang sendiri ataupun pemasukan bagi kas desa. Yang menarik dari kehadiran pasar ini adalah lokasi berada di sekitar persawahan, menu yang diperjualbelikan berbahan ubi kayu, dan “duit pring” sebagai alat pembayarannya.

“Setiap pengunjung akan menukarkan uangnya dengan “duit pring” yang nilainya menurut warna bambunya. Warna hijau seharga Rp 2000, kuning Rp 5000, ungu Rp 10000 dan merah Rp 20000. Kelebihan dari nilai uang tadi menjadi kas pasar,” kata Juragan Pasar Inis, Kamto, Minggu (9/6).

Keunikan lain dari Pasar Inis adalah disediakannya permainan tradisional. Seperti egrang, gerobak kayu, patung jerami, dan perkakas dari bambu dan kayu.

“Alhamdulillah dengan keunikan ini telah mendapat respon positif dari masyarakat. Kedepan kami mencoba memperbaiki infrastruktur yang ada seperti akses jalan serta pemadatan lokasi pasar, ” kata Kamto bersemangat.

Pasar Inis memiliki konsep ramah lingkungan. Serta menjaga nilai-nilai luhur budaya masayarakat agar dapat terus lestari. Karena nilai utama dari sebuah hajatan seperti Pasar Inis adalah partisipasi warga & nilai kemanfaatannya. Terutama peningkatan ekonomi warganya. Untuk itu para penjual yang mengisi pasar ini merupakan masyarakat sekitar Pasar Inis.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono, sangat merekomendasikan Pasar Inis sebagai #DestinasiDigitalMudik. Pasalnya, dirinya tau betul seperti apa suasana Pasar Inis.

Satu hal dari Pasar Inis yang paling menarik perhatian Don Kardono, adalah keramahan. Hal ini diperlihatkan secara kompak oleh pengelola pasar, para pedagang, hingga pembelinya. Don bahkan tidak ragu memuji keramahan Pasar Inis.

“Pasar Inis Purworejo adalah destinasi digital milik GenPI yang ada di tepian sawah dan kampung yang semilir. Anginnya sepoi-sepoi, sangat menyenangkan. Para pedagang dan masyarakatnya juga ramah. Makanannya tentu, enak. Jempol deh,” pujinya.

Nah, dari deretan kuliner yang tersedia di Pasar Inis, Don Kardono terlihat penasaran dengan minuman bernama Wedang Telang. Salah satu keunikan Wedang Telang adalah bisa berganti warna hanya dengan tetesan jeruk.

“Pasar Inis punya banyak makanan dan minuman enak. Tapi yang membuat penasaran adalah ini, Wedang Telang. Ini minuman asli Pasar Inis, tidak ada di tempat lain. Selain rasa, yang membuat beda adalah warnanya,” terang Don.

Wedang Telang awalnya dihidangkan dengan warna biru berikut jeruk nipis. Saat jeruk diteteskan, warna minuman ini langsung berubah menjadi ungu tanpa harus diaduk. Hal inilah yang membuat Don tertarik mencobanya.

Don Kardono menambahkan, tujuan dasar dari pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline dari GenPI. Kopi darat ini juga harus menjadi stimulus bagi pengembangan ekonomi masyarakat dari kepariwisataan.

“Inilah salah satu terobosan GenPI di dunia pariwisata. Memberikan manfaat bagi masyarakat. Saat ini ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi. Sehingga perekonomian masyarakat juga ikut terdongkrak,” ujar Don.

Respons positif juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya atas keberadaan Pasar Inis. Kini Menpar makin antusias, destinasi digital GenPI akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di saat libur Lebaran. Pesannya hanya satu. GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas.

“Saya sering menyebutnya 2C. Yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya.(Alma)

loading...