Angkasa Pura 2

PR Angkutan Lebaran Mendatang, Bagaimana Menekan Penggunaan Sepeda Motor Untuk Perjalanan Mudik

Another News KoridorSenin, 10 Juni 2019
IMG-20190610-WA0000

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Salah satu pekerjaan rumah (PR) besar yang masih perlu diselesaikan Pemerintah khususnya di wilayah Jawa lima tahun ke depan adalah menekan jumlah pemudik dengan sepeda motor, yang dari tahun ke tahun meningkat terus. Mudik dengan sepeda mootor sangat riskan dan banyak menjadi korban kecelakaan di jalan raya, termasuk di masa mudik dan balik Lebaran.

“Hasil pantauan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi pada H-2 Lebaran 2019, terjadi peningkatan cukup signifikan dibandingkan pada hari yang sama pada musim mudik Lebaran 2018,” kata pengamat transportasi dan Direktur Instran Darmaningtyas kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurutnya dia, pemudik dengan menggunakan sepeda motor ini perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah mengingat sepeda motor tidak didesain sebagai sarana transportasi jarak jauh, seperti mudik Lebaran ini.

“Dan faktanya, data menunjukkan bahwa sepeda motor berkontribusi besar (lebih dari 70%) terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa,” jelas Tyas, sapaan akrab Pamong Perguruan Taman Siswa itu lagi.

Perlu meminimalisir serendah mungkin penggunaan sepeda motor untuk mudik Lebaran. Masalah ini perlu menjadi agenda prioritas Pemerintah/ Kemenhub dengan cara memperbanyak layanan angkutan umum.

Masih Terfokus di Jawa

Sayangnya, kritik Tyas, segala bentuk kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran itu sejauh ini masih terfokus di Jaw, yang notabene sudah memiliki infrastruktur transportasi cukup lengkap. Padaahal, masih banyak warga negera di daerah lain yang juga membutuhkan layanan angkutan umum yang berkeselamatan itu.

“Tidak demikian halnya pemudik ke luar Jawa atau antarpulau di luar Jawa. Mereka masih sering mengalami kendala karena keterbatasan infrastruktur maupun sarana angkutan, khususnya yang menggunakan kapal laut, atau angkutan danau dan sungai,” papar Tyas.

Selain itu, mereka juga “hampir” tidak mengenal mudik gratis seperti yang dirasakan oleh warga di Jawa. Meski diakui, mudik gratis menggunakan bus maupun kapal laut tahun 2019 ini memang sudah sampai ke Sumatra. Mereka itu antara lain ke Lampung, Palembang, dan Padang untuk mudik gratis dengan menggunakan bus dan ke Lampung yang menggunakan kapal, namun antar pulau di luar Jawa belum terlayani mudik gratis.

Namun harus diakui, tambah Tyas, sarana kapal atau perahu yang melayani mereka masih terbatas, baik kuantitas maupun kualitas. “Ke depan, mereka juga harus mendapatkan perhatian lebih, paling tidak mendekati pelayanan di Jawa seperti sekarang ini,” tegas Tyas.(helmi)

loading...