Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Akan Terus Sempurnakan Program Mudik Gratis Kapal Laut, Begini Caranya

Dermaga KoridorSelasa, 11 Juni 2019
IMG-20190611-WA0008

IMG-20190610-WA0009

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Ditjen Hubla Dr.Capt. Wisnu Handoko mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan dan menyempurnakan penyelenggaraan mudik gartis dengan kapal laut pada Lebaran 2020 dengan lebih baik dan berkeselamatan. Program mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut tahun 2019 secara umum berjalan lancar, dan peminatnya cukup tinggi.

“Alhamdulillah hingga hari ini, pendaftar arus balik mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut cukup besar. Termasuk mereka yang mendafatara sesaat sebelum berangkat (go show),” kata Capt. Wisnu di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (10/6/2019) sore.

Tahun 2019, lanjut dia, Pemerintah kembali menggunakan KM. Dobonsolo milik PT Pelnakan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pada arus balik Lebaran gratis sepeda motor dan penumpangnya dilayani dengan tiga kali pelayaran yaitu tanggal 8, 10, dan 12 Juni 2019 mendatang.

Menurut Capt. Wisnu program mudik gratis sepeda motor dengan kapal ini merupakan salah satu dukungan Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut untuk mewujudkan slogan “Mudik Bareng, Asyik Lancar”.

“Mengurangi pemudik dengan sepeda motor dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya,” tukas Capt. Wisnu lagi.

Seluruh peserta mudik gratis tidak dikenakan biaya apapun dan bisa menikmati fasilitas lainnya seperti berobat secara gratis serta hiburan di atas kapal.

Program mudik gratis sepeda motor dengan kapal ini, terbukti bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan raya hingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman, dan nyaman sampai di kampun halaman.

“Ditjen Perhubungan Laut sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pemudik yang telah mendaftar dan memanfaatkan kapal laut sebagai sarana transportasi untuk kembali ke Jakarta,” papar Capt. Wisnu.

Terus Disempurnakan

Ke depan, menurut Capt. Wisnu, pihaknya bersama pihak terkait akan terus menyempurnakan pelaksanaan mudik gratis dengan kapal laut. “Rencana kita, udik grati ini bukan hanya di Jawa dan Sumatera, tapi diperluas sampai ke KTI (kawasan timur Indonesia),” papar dia.

Untuk penyekenggaraan mudk gratis tahun de[an, menurut Capt. Winus mulai bulan Januari 2020 sduah akan dimulai persiapannya. “Dengan pembahsan dan persiapan lebih awal, diharapkan bisa terlaksana dengan lebih baik,” terang capt. Wisnu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang H. Ahmad Wahid, ST, MT mengusulkan agar pendaftaran mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut dilakukan secara online, dengan berbasis NIK (nomor induk kependudukan).

“Pendaftaran online dengan basis NIK diharapkan bisa dilakukan lebih mudah. Selain itu, Pemerintah mempunyai basis data yang baik, dan langsung menyeleksi mana yang serius dan terbiasa mudik menggunakan kapal laut dan tidak,” jelas Ahmad Wahid.

Cara tersebut, sekaligus untuk mengantisipasi tingginya minat masyarakat untuk ikut mdik dengan kapal laut, tapi tak bisa karena kuota sudah habis, Tapi, saat detik-detik terakhir tidak jadi berangkat. “Jadi, sayan kuota yang ada tidak bisa dimanfaatkan secara optimal,” kilah mantan Direktur PIP Makassar itu mantap.

Sebagai contoh, tambah Wahid, pada arus balik voyage kedua (Senin, 10/6/2019) yang mendaftar go show sekitar 30%. Sementara, ada pula yang sudah mendaftar tapi tidak jadi berangkat. Sementara, masih banyak peminat yang justru tak bisa berangkat.

“Kasus-kasus seperti ke depan harus diantisipasi. Jadi, hanya orang-orang yang berminat naik kapal dan didukung data yang akurat yang diterima. Sementara pihak lain yang tidak serius bisa diterima belakangan,” tukas Wahid.

Saat menjelang keberangkatan, menurut Wahid, penumpang dan sepeda motor yang datang langsung masuk kapal. Bukan dikumpulkan di dermaga dulu. Sebaiknya, saat turun, sepeda motornya keluar lebih dulu, baru penumpangnya,” sebut Wahid.

Dengan cara tersebut, penumpang yang turun dari kapal bisa langsung mencari motornya dan jalan meninggalkan dermaga. Saat berangkat, datang langsung masuk dan mnungu di kapal.

“Cara ini akan lebih mudah mengoordinasikan penumpang dan tak mencari-cari saat kapal akan berangkat,” tegas Wahid.(helmi)

loading...