Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Janji Tingkatkan Kapasitas dan Wilayah Layanan Mudik Gratis Sampai KTI

Dermaga KoridorSelasa, 11 Juni 2019
IMG-20190611-WA0005

IMG-20190611-WA0006

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut berjanji akan terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas mudik gratis dengan kapal laut saat masa Lebaran di Indoensia. Wilayah layananna juga bukan hanya di Jawa, tapi jua daerah lain, termasuk kawasan timur Indonesia (KTI) yang terjadi lonjakan arus mudik dan masih mengandalkan moda angktan laut.

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Hubla Dr. Capt. Wisnu Handoko didampingi Kepala KSO Semarang H. Ahmad Wahid, ST, MT usai melepas KM Dobonsolo yang membawa pemudik gartis sepeda motor di Pelabuhan Tanjng Emas, Semarang, Senin (10/6/2019) sore.

Selama masa angkutan Lebaran 2019, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengalami lonjakan arus penumpang mudik Lebaran. KSOP Semarang H. Ahmad Wahid mengatakan, sampai H+1 Lebaran terjadi lonakan penumpang yang datang sampai 40% dibanding periode sama tahun 2018.

“Alhamdulillah, semua bisa dilayani dengan baik. Mereka juga disiapkan angkutan lanjutan ke berbagai tujuan di Jawa Tengahdan Yogyakarta, termasuk bus DAMRI gratis dari Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Semarang,” kata Wahid menambahkan.

Menurut Dirlala, pada masa Lebaran tahun 2019 mudik gatis pemudik dengan sepeda motor dengan kapal laut dilayani pada trayek Jakarta-Semarang, sebanyak tiga voyage dengan KM Dobonsolo. Kemudian Jakarta-Panjang (Lampung) dengan KRI Banda Aceh, bantuan TNI-AL.

Selain itu, ada pula mudik gratis dari Balikpapan, Kaltim tujuan Surabaya, dengan kapal TNI-AL juga. “Semua bisa dimanfaatkan dengan baik, dengan load factor rata-rata sekitar 80% termasuk dispensasi yang diberikan,” kata Capt. Wisnu.

Dari fakta di lapangan, menurut dia, beberapa daerah di KTI seperti Makassar, Balikpapan, Ambn, Ternate, dan Sorong juga mengalami lonjakan arus pemudik dengan kapal laut. Mereka itu perlu dilayani dengan lebih baik dan berkeselamatan.

“Selama ini, memang sudah ada kapal-kapal reguler yang melayani termasuk dari PT Pelni. Tapi, saat musim Lebaran banyak kapal yang overload. Oleh karenanya, Kita (Pemerintah) perlu memikirkan untuk menyiapkan kapal mudik gratis bagi mereka,” kilah Capt. Wisnu.

Fokus Pemerintah ke depan sesuai Nawa Cita Presiden Jokowi, yaitu Pemerintah hadir di masyarakat saat membutuhkan, maka saat Lebaran itu layaanan angkutan (kapal luat) di daerah KTI perlu ditambah. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas kapal mudik gratis ini.

IMG-20190611-WA0004

Tambah Kapal Atau Voyage

Untuk pengadaan kapal yang akan mengakut pemudik gartis, terang Capt. Wisnu bisa ditenderkan, dan terbuka untuk umum. Bisa dengan menambah kapal atau menambah voyave di rute-rute tertentu.

“Intinya, kapasitas dan daya angkut kapal laut selama masa angkutan Lebaran di daerah yang membutuhkan harus ditambah. Soal teknis pengadaan kapalnya, bisa diatur kemudian,” tukas mantan Direktur PIP Semarangg itu.

Sebelumnya, hasil pamantauan arus mudik Lebaran di Sorong, menurut Capt. Wisnu terjadi lonjakan penumpang kapal laut terutama tujuan Makassar dan sekitarnya. “Kapasitas kapal terbatas, sementara sangat sulit untuk menolak calon penumpang yang memaksakan masuk ke kapal,” kilah Capt. Wisnu.

Menghadapi kasus-kasus seperti ini, tambah dia, Pemerintah perlu memikirkan solusinya yang terbaik. Caranya bisa menambah voyage, atau rerouting kapal-kapal yang melayani untuk singgah dan mengangkut lonjakan penumpang saat masa liburan Lebaran nanti.

“Yang pasti, kapasitas angkutan dan pelayanan pada warga masyarakat yang akan mudik saat Lebaran, Natal, Tahun Baru dan lainnya harus lebih baik dan berkeselamatan,” tegas Capt. Wisnu.(helmi)

loading...