Angkasa Pura 2

Direktur KPLP: Pastikan Cuaca Mendukung Saat Berlayar

DermagaKamis, 13 Juni 2019
IMG-20190609-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Ahmad mengingatkan agar mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Pastikan cuaca mendukung pada saat berlayar,” tegas Ahmad di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia menyatakan, banyak faktor yang mendukung kelancaran dan keselamatan saat kapal berlayar di laut. Salah satunya, faktor alam atau kondisi cuaca yang akan sangat berpengaruh dalam berlangsungnya aktifitas pelayaran di Indonesia.

Oleh karena itu, informasi tentang prakiraan cuaca sangatlah penting dalam pelaksanaan kegiatan pelayaran.

Mengingat pentingnya informasi cuaca dan tinggi gelombang dalam kegiatan pelayaran maka setiap pekan Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengeluarkan Maklumat Pelayaran berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

“Hal ini merupakan wujud tanggung jawab dari Ditjen Perhubungan Laut sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam bidang keselamatan pelayaran,” ungkapnya.

Berdasarkan Maklumat Pelayaran Nomor 11/PHBL/2019 diperkirakan 10-16 Juni 2019, cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang 4 – 6 meter akan terjadi di Laut Andaman Bagian Barat, Perairan Selatan Pulau Jawa, Perairan Selatan Bali, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Selatan Bali.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5 – 4 meter diperkirakan akan terjadi di Laut Andaman Bagian Timur, Perairan Aceh, Perairan Barat Sumeuleu, Perairan Barat Nias dan Sibolga, Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda, Perairan Selatan Lombok, Perairan Selatan Sumbawa, dan Perairan Pulau Sumba.

“Kami mengimbau para nakhoda dan kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan melaut jika terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi karena sangat membahayakan aktifitas pelayaran,” ungkap Ahmad.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada para Syahbandar agar menunda pemberian Surat Perstujuan Berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca membahayakan, sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman.

Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut yang diakibatkan oleh faktor cuaca. Karena menurut Ahmad, fungsi utama dari informasi cuaca bagi pelayaran adalah memberi petunjuk pemilihan jalan agar kapal dapat berlayar dengan aman, nyaman dan juga selamat sampai tujuan dengan tepat waktu.

“Tanpa informasi tersebut, akan ada banyak kendala dan ketidaknyamanan dalam berlayar dan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan akibat dari kurangnya informasi cuaca dan tinggi gelombang,” tutup Ahmad. (omy)

loading...