Angkasa Pura 2

Diskon Tarif Ojol, Tak Bisa Dilarang Jika Tak Melewati Tarif Batas Atas Atau Batas Bawah

KoridorKamis, 13 Juni 2019
IMG_20190316_203139
JAKARTA (BeritaTrans.com) – Diskon pada tarif transportasi online  atau ojek online (Ojol) seharusnya tidak menjadi masalah. Asal tarif yang telah dipotong diskon oleh operator atau partnernya masih dalam rentang Tarif Batas Bawah (TBB) sampai dengan Tarif Batas Atas (TBA).
Demikian disampaikan Ketua YLKI Tulus Abadi kepada pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019).  Sebelumnya, muncul wacana bahwa Kemenhub akan melarang diskon tarif ojek online (ojol).
“Larangan itu bertujuan untuk menciptakan persaingan yang sehat, jangan sampai terjadi predatory price. Berikut ini pandangan YLKI terkait hal tersebut.”
Terkait hal itu, menurut Tulus,  sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.
Di situ telah dijelaskan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas. Dan, selanjutnya biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.
“Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB,” jelas Tulus.
Sementara, kalau diskonnya bermain di antara ambang TBB-TBA itu tidak masalah. Tidak ada yg salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. “Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen,” kilah Tulus.
Yang menjadi persoalan, menurut YLKI, adalah kalau ada operator memberikan diskon tarif melewati batas yang telah ditentukan oleh Kepmenhub dengan mematok dibawah TBB.
Jika itu terjadi, tambah Tulus, maka bisa menjurus pada persaingan tdk sehat. Bahkan menjurus predatory pricing, dan tu dilarang UU .
Di sinilah, menurut YLKI,  tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan jangan sampai diskon yg diberikan keluar dari rentang TBB-TBA.
“Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator yang memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut,” tegas Tulus Abadi.(helmi)
loading...