Angkasa Pura 2

Inilah Kota-Kota Di Eropa Surga Bagi Pesepeda

KoridorKamis, 13 Juni 2019
images (5)

BERLIN (BeritaTrans.com) – Bersepeda ramah lingkungan, menyehatkan dan murah. Banyak kota di Eropa keluarkan dana jutaan untuk bisa menjadi lebih “ramah sepeda”.

Kota-kota itu sukses dengan konsep mereka. Apa Indonesia bisa meniru? 

Kopenhagen

45119209_303

Di ibukota Denmark ini ada jaringan jalan sepeda sepanjang 350 km, sistem lampu lalu lintas yang mengutamakan pesepeda, juga tempat memijakkan kaki di pinggir jalanan jika harus menunggu lampu menjadi hijau.

Jadi tak heran, jika 62% orang pergi kerja dengan bersepeda. Kata “copenhagenize” sudah muncul dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan transformasi ke kota yang ramah sepeda.

Amsterdam

48857723_303

Kota di Belanda ini juga salah satu yang paling ramah pesepeda. Para pesepeda menempuh jarak hingga 2 juta km per hari.

Sepeda banyak digunakan di Belanda, karena negara itu datar. Di Utrecht, misalnya, orng bisa menemukan garasi parkir sepeda luas untuk 12.500 sepeda. Hingga tahun 2020, garasi akan diperbesar hingga muat 33.000 sepeda.

Antwerpen

48857204_303

Antwerpen punya banyak lahan untuk parkir sepeda dan infrastruktur yang lengkap. Sistem rental sepeda akan diperluas, dan mencakup jalan sepeda di sepanjang pelabuhan.

Jembatan sepeda dan pejalan kaki juga akan dibuat. Yang masih harus ditangani adalah volume lalu lintas yang tinggi di jalan-jalan kota itu.

Paris

48857044_303

Di Paris, pemerintah kota telah memperbesar jaringan sepeda secara sistematis dalam tahun-tahun terakhir. Setiap hari Minggu, sejumlah jalan ditutup dari lalu lintas mobil.

Sebagai wisatawan, orang juga bisa dengan mudah berbaur dengan pesepeda, karena tempat peminjaman sepeda ada di mana-mana.

Di Strassbourg juga demikian. Paris dan Strassbourg adalah kota paling ramah sepeda di Perancis.

Malmo

48856989_303

Malmö di Swedia menginvestasikan banyak uang untuk memperbaiki infrastruktur bagi pesepeda. Jaringan jalan sepeda hampir 500 km, lengkap dengan sejumlah stasiun pompa.

Kapal feri khusus sepeda antara Malmö dan Kopenhagen diharapkan akan mendorong wisata sepeda. Mungkin ide paling kreatif adalah hotel sepeda dengan workshopnya sendiri, rental sepeda dan tempat parkir sepeda tepat di depan pintu.

Trondheim

48856399_303

Trondheim di Norwegia adalah sebuah kota di bukit. Apa yang disebut “Trampe”, lift sepeda pertama di dunia, bisa membantu.

Lift sepanjang 130 meter bisa membawa 300 sepeda per jam ke bagian atas bukit sampai istana bernama Kristiansten Fortress.

Münster

48857058_303

Di Münster di Nordrhein-Westfalen ada lebih banyak sepeda daripada penduduk. Jadi tidak mengherankan, Münster adalah juga kota dengan paling banyak pencuri sepeda di Jerman.

Tapi itu tidak mematahkan keinginan orang untuk meninggalkan mobil dan beralih mengendarai sepeda. Jalan sepeda lebar, cukup banyak tempat parkir dan tidak perlu memanjat bukit.

Barcelona

48857525_303

Sejak tahun 2002 orang bisa bersepeda di seluruh Barcelona. Jalan sepeda sepanjang 158 km tersedia di kota itu.

Selain itu, zona kecepatan 30 km per jam membuat keamanan lebih tinggi untuk pengendara sepeda di kawasan kota.

Wisatawan juga ditawarkan sesuatu yang spesial: jalan sepeda bertema berbeda-beda, juga ke kawasan pantai dan ke rumah arsitek terkenal Antoni Gaudi.

Basel

48857397_303

Di Basel, jalanan datar dan jarak satu tempat ke tempat lain tidak jauh. Jalan-jalan sangat penuh selama event yang disebut Slow Up.

Selama event ini, yang diadakan di musim panas, di berbagai kota di Swis, organisator menutup sekitar 30 km jalan yang melewati lokasi indah, dan menyediakan banyak kegiatan di sepanjang jalan. Itu membuat bersepeda jadi menyenangkan.

(Ray/sumber: dw.com).

loading...